Jumat, 22 Januari 2016

PSIKOLOGI DAN INTERNET Di edit oleh Jayne Gackenbach

Nama : Maesyaroh (16514297)
           Muhammad Dhumma (17514156)
           Siti Nurjanah (1A514381)
Kelas  : 2PA09
SELF ONLINE: KEPERIBADIAN DAN DEMOGRAFI IMPLIKASI
(Jayne Gackenbach dan Heather von Stackelberg)

PENGANTAR
Seperti semua teknologi komunikasi lainnya, munculnya internet telah merubah budaya kita, juga memiliki pengaruh yang kuat tentang bagaimana kita berhubungan dengan diri kita sendiri serta satu sama lain. Identitas merupakan bagian dari konteks yang lebih luas, termasuk jenis kelamin, ras, atau warisan etnis, dan status social ekonomi.Seperti semua teknologi komunikasi baru, internet awalnya didominasi oleh mereka yang berkuasa.

CARA BARU BERPIKIR TENTANG IDENTITAS
Para psikolog percaya bahwa kita memiliki identitas yang terdiri dari aspek yang berbeda, tergantung pada sejarah psikologis dan biologis kita dan situasi kita saat ini.Meskipun kita tidak "memisahkan diri" bagian dari kepribadian kita dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya di Dissociative Identity Disorder, kita sering menggeser yang "di atas panggung" (peran yang sedang kita mainkan) tergantung pada situasi.
Dengan internet secara online kita dapat berkomunikasi dengan orang yang mungkin tidak pernah memiliki kesempatan untuk bertemu langsung, seperti anggota keluarga yang jauh.Internet juga dapat memungkinkan seorang pria gay muda untuk mengeksplorasi identitas gay dan menjadi nyaman dengan identitas “anonym-nya”.Selain itu, Internet juga memungkinkan seseorangmengakses dengan mudah ke berbagai situs yang potensial membuat kecanduan, termasuk pornografi dan fantasi role-playing.Internet juga menawarkan panggung yang luas dan akses mudah ke korban bagi mereka yang terlibat dalam perilaku predator.
Bahkan ketika perilaku online seseorang tidak menyebabkan kerugian langsung bagi diri mereka atau orang lain, jika orang yang diproyeksikan secara online secara radikal berbeda dari kepribadiannya, dapat menyebabkan tekanan psikologis, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi untuk orang lain juga.Sebuah lelucon yang awalnya menyenangkan, seperti seorang wanita berpura-pura menjadi seorang pria secara online, lalu menjadi teman dekat dengan teman wanitanya, dapat melukai perasaan dan persahabatan yang pecah.Ini macam tindakan mempengaruhi tidak hanya inisiator.
One Self or Many: Eksplorasi Remaja
Remaja kadang-kadang mengeksplorasi identitas yang berbeda secara radikal sebagai cara untuk menegaskan kemerdekaan mereka, sering mengganggu orang tua mereka atau orang dewasa lainnya. Mereka mendorong batas sebagai cara untuk dapat meninggalkan kenyamanan. Rambut biru, hidung ditindik, dan makanan fetish -cara membuat tubuh menjadi unik. Budaya Goth, Skater, Grunge, dan Stoner memungkinkan anak-anak untuk mengeksplorasi diri yang berbeda. Namun, ketika anak-anak mencoba kepribadian yang berbeda di dunia offline, mereka merasa terbatas karena pilihan yang realistis. Beberapa dari ini adalah eksplorasi internet yang sehat (seperti vegetarian atau aktivisme politik) sementara yang lain dapat berbahaya (terlibat dalam kegiatan ilegal dengan teman sebaya).

Pengembangann Diri atau Disinhibition Online
Jika proses psikologis kita serupa secara online dan offline, kenapa kita mendengar begitu banyak cerita dari orang yang berbeda dengan dunia nyatanya atau kita melihat bayangnnya sangat berbeda dari diri mereka di dunia maya? Banyak orang menemukandiri mereka sendiri bertindak dengan cara-cara tidak seperti biasanya secara online, fenomena ini yang disebutdisinhibition (rasa malu).Disinhibition didefinisikan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk mengontrol perilaku impulsif, pikiran, atau perasaan, dan memanifestasikannya secara online.
Dalam analisis rinci dari efek disinhibition, Suler menyoroti enam alasan mengapa orang memperpanjang ekspresi emosional diri mereka saat online.
1.       Disosiatif Anonimitas
2.      Invisibility
3.      Asynchronicity
4.      Introyeksi solipsistik
5.      Imajinasi disosiatif
6.      Minimalisasi Status dan Kewenangan
Berbagai aspek dari diri kita sendiri dapat terungkap melalui interaksi di Internet.Turkle (1995) berpendapat bahwa latihan perilaku terpendam dapat menggeneralisasi dari dunia maya ke dunia nyata.

KEPRIBADIAN ONLINE
Kita adalah makhluk sosial dan kita berkembang pada perasaan terhubung dengan orang lain yang seperti kita. Dalam Yuen dan Lavin (2004) penelitian terbaru dari kerentanan mahasiswa 'ketergantungan internet, penulis menemukan bahwa siswa yang pemalu lebih cenderung menggunakan Internet secara kompulsif, "Internet menyediakan tempat yang aman di mana perasaan tidak nyaman sosial dikurangi" (hal. 382).Penulis mengakui bahwa perguruan tinggi dan universitas telah secara tidak sengaja meletakkan dasar bagi perilaku secara online yang tidak sehat.Para penulis mengusulkan bahwa "sebagai siswa masuk populasi perguruan tinggi perlu untuk mengatasi minum pesta, tanggal perkosaan, dan bahaya penggunaan internet kompulsif" (hal. 382).
Anak-anak dan remaja bukan satu-satunya orang yang rentan terhadap secara online / masalah identitas offline.Peneliti telah mengidentifikasi beberapa konstruksi kepribadian utama yang relative abadi bagi kebanyakan dari kita untuk beberapa derajat di seluruh rentang hidup kami.Disebut "Big 5," karakteristik kepribadian utama adalah introversi / ekstroversi, keramahan, hati nurani, kestabilan emosi, dan keterbukaan terhadap pengalaman (Larsen & Buss, 2005).

Introvert dan Ekstrovert Online
Studi paling kontroversial pada diri sebagai fungsi dari kehidupan online dilakukan oleh kraut el al., (1998) yang disebut dengan  “Internet Paradox Study”. Dalam sebuah studi tindak lanjutnya, Kraut et al. (2002) menemukan efek positif untuk komunikasi, keterlibatan sosial, dan kesejahteraan psikologis, tergantung pada tipe kepribadian. Mereka menemukan bahwa sejalan dengan kepribadian mereka, ekstrovert meningkatkan kontak sosial mereka dengan online, sementara introvert yang menggunakan internet secara ekstensif menurunkan kontak sosial. Hasil yang sama ditemukan dengan kesepian; ekstrovert menjadi kurang kesepian dengan penggunaan internet yang luas dan introvert menjadi kesepian.
Engelberg dan Sjoberg (2004) menemukan bahwa "penggunaan internet terkait dengan kesepian dan kepatuhan terhadap nilai-nilai istimewa (efek yang kuat), dan juga untuk keseimbangan miskin antara kerja dan liburan dan ligence intel- emosional (efek lemah)" (hal.41 ). Namun, mereka tidak menemukan hubungannya dengan karakteristik kepribadian Big 5.
Tipe Kepribadian Lain Secara Online
Morgan dan Cotton (2003) menemukan depressiveness yang dikaitkan dengan penggunaan internet.Secara khusus, mereka menemukan bahwa e-mail, chatting, dan pesan instan yang berhubungan dengan penurunan gejala-gejala depresi saat berbelanja, bermain game, atau mencari informasi yang berhubungan dengan peningkatan gejala depresi. Perbedaan mendasar antara setiap kegiatan adalah mengobrol yang melibatkan orang lain, sedangkan kegiatan yang soliter tampaknya meningkatkan isolasi dan suasana hati sehingga lebih rendah. Penelitian juga menunjukkan bahwa keterbukaan emosional jelas di chat room dapat menjadi terapi karena kita merasa mampu mengekspresikan diri dan dipahami.
Dalam sebuah studi yang menarik pada empati, peneliti berhipotesis dan menemukan bahwa mereka yang tinggi di empati lebih mampu mengalami rasa realitas di dunia maya (Nicovich et al., 2005). Ini berbeda sebagai fungsi gender, dengan laki-laki empatik menggunakan interaksi dunia maya menjadi semakin terlibat sementara wanita empatik hanya menonton lingkungan untuk efek yang sama. Dengan ini, pria membutuhkan keterlibatan yang lebih langsung untuk mengalami kehadiran empati daripada wanita.

DIRI SEBAGAI DEMOGRAFIS ONLINE
Psikologi perkembangan telah menunjukkan kepada kita bahwa salah satu unsur yang paling awal dalam pembangunan rasa diri kita adalah gender.Yang juga penting dalam mengembangkan diri adalah elemen dari usia, ras, budaya, dan status sosial ekonomi.Pada tahun 1998, Morahan-Martin mencatat:Ada kesenjangan gender dalam penggunaan Internet. Telepon awalnya provinsi pengusaha putih, tapi Sebuah laporan oleh Williamson di eMarketer (Mei 2005) menunjukkan bahwa pada tahun 2004, perempuan telah menjadi mayoritas pengguna internet dan tren yang diperkirakan akan terus berlanjut. Perempuan juga telah menggunakan internet untuk game online, konten kesehatan, dan musik, tetapi semakin beralih untuk belanja online.
Gender dan Pengguna Internet
Sebagai gunung penelitian isu-isu gender dalam penggunaan internet, beberapa tren telah diidentifikasi. Ono dan Zavodny (2003) meninjau beberapa survei dari perbedaan gender dalam penggunaan internet dari tahun 1997 sampai 2000.Mereka menemukan bahwa pada saat melakukan trolling perbedaan sosial ekonomi, "perempuan secara signifikan lebih mungkin dibandingkan pria untuk menggunakan Internet sama sekali dalam pertengahan 1990, tapi ini kesenjangan gender dalam yang secara online menghilang pada tahun 2000.Namun, setelah online, perempuan tetap pengguna yang kurang sering dan kurang intens dari Internet "(hal. 111). Sejak laporan ini, orang lain terus mencatat konsisten, jika kecil, perbedaan dalam penggunaan jenis kelamin Internet di seluruh dunia (Cole et al, 2003;.Lebo & Wolpert, 2004).Selain itu, perbedaan gender dalam jenis penggunaan telah dilaporkan oleh beberapa kelompok termasuk kelompok Pew (Rainie & Kohot, 2000).
Gender dan Game Play
Penelitian telah menunjukkan bahwa bermain video game adalah prediktor kuat dari penggunaan computer dan Internet (Morahan-Martin, 1998). Selanjutnya, bermain game tersebut telah semakin telah bergerak secara online. Meunier (1996) menunjukkan bahwa laki-laki cenderung lebih tertarik pada komputer daripada perempuan, tetapi membuat beberapa pernyataan jelas bahwa fenomena ini berasal dari sosialisasi baik di dalam maupun di luar sekolah dan preferensi bermain yang berbeda dalam video game.

Pengaruh Umur, Etnis, Budaya, dan Kemiskinan
Seperti disebutkan sebelumnya, ketika usia dan jenis kelamin dikontrol untuk, kepribadian tampaknya membuat sedikit perbedaan dalam menentukan penggunaan Internet. Hal ini karena diri juga diberitahu oleh usia seseorang, etnis, budaya, dan status sosial ekonomi. Dalam bagian ini, kita mempertimbangkan variabel-variabel ini dalam hal penggunaan internet. Bab dalam buku ini dengan Varnhagen pada anak-anak dan Internet meliputi komponen penting dari bagaimana usia memengaruhi keterlibatan masyarakat dari Internet dengan diri. Di sini, kita pertama-tama mengambil singkat melihat orang tua dan Internet.
Permulaan
Segmen populasi setidaknya diwakili kalangan pengguna internet adalah orang tua.Mereka hanya mewakili 18% dari rumah tangga dengan akses internet, menurut Sensus AS 2000 (Newburger, 2001).Pada tahun 2003, laporan UCLA (Cole et al., 2003) mengatakan bahwa 65 + kelompok memiliki 34% pengguna.Mereka mencatat bahwa "Dalam perbandingan pengguna Internet, kami menemukan bahwa pengguna high-sosial menghabiskan lebih banyak waktu online dan melaporkan lebih banyak masalah kesehatan fisik dan mental "(hal. 35).
Kedudukan Sosial Ekonomi dan Budaya
Norris, dalam bukunya The Digital Divide (2000), menunjukkan bahwa daerah di dunia dengan lebih banyak uang adalah daerah dengan penggunaan internet yang lebih. Selain perbedaan keuangan, juga perbedaan budaya umum. Psikolog menunjukkan bahwa budaya dunia dapat dikonseptualisasikan sepanjang dimensi kolektivisme vs individualisme (Larsen & Buss, 2005). Beberapa menekankan hak individu sementara yang lain menekankan tanggung jawab kelompok. Budaya barat, industri, dan tersambung ke Internet, pada umumnya, cenderung kaya dan individualistik sementara Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika budaya, yang memiliki persentase yang jauh lebih rendah dari koneksi internet, cenderung kolektivis. Budaya individualis yang paling ekstrim adalah Amerika Serikat, dengan salah satu tingkat tertinggi koneksi internet.
Etnis
Coley menemukan bahwa sekolah miskin dan minoritas memiliki akses yang lebih sedikit.Selain merugikan ekonomi sering dialami oleh non kulit putih dan mendapatkan akses ke teknologi komunikasi.Karena itu tidak diatur, internet memberikan kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk distribusi pornografi dan teks rasis. Hal tersebut bisa menyebabkan orang menghindari atau berfikir sebelum ia mengungkapkan latar belakang etnisnya, dengan cara ini internet mungkin dapat memberikan kesempatan bagi orang kulit hitam dan minoritas lainnya untuk menegaskan kembali hak-hak mereka di masyarakat barat.

PERAN SOSIAL DAN KETIDAKSETARAAN ONLINE
Sebagai masyarakat, kita mulai merasa bahwa kita harus tahu bagaimana menggunakan Teknologi-teknologi. Dalam iklim ini, kelompok tradisional yang kurang beruntung (seperti perempuan, kaum minoritas, dan orang miskin) memiliki kesulitan dalam teknologi baru yang telah dikembangkan untuk dan masih dikendalikan oleh jenis kelamin, kelompok, ras, dan sosial kelas yang secara tradisional menguasai segala sesuatu yang lain.
Namun, ada sebuah paradoks.Tanah virtual kebebasan berbicara dan kebebasan pribadi telah membatasi akses.Internet adalah tekhnologi rasial, seksual, kode ekonomis yang dapat membuktikan menakutkan bagi banyak anggota masyarakat pada umumnya.Akses ke teknologi untuk orang-orang ini membutuhkan investasi psychoemotional berat yang beberapa orang mungkin tidak mampu membayar. Hadiah untuk mereka yang berhasil mendorong melewati pintu istimewa dan prasangka adalah akses pada kekuatantertentu untuk mengubah lingkungan mereka sendiri

PSIKOLOGI DAN INTERNET Di edit oleh Jayne Gackenbach

Nama : Maesyaroh (16514297)
           Muhammad Dhumma (17514156)
           Siti Nurjanah (1A514381)
Kelas  : 2PA09


ANAK-ANAK DAN INTERNET
(Connie K. Varnhagen)

PENGANTAR
Internet adalah lingkungan virtual yang luas. Anak-anak dapat mengakses berbagai
informas
i. Mereka dapat berkomunikasidengan orang lain dari seluruh dunia, dapat mendengarkan musik dari seluruh dunia,menonton, dan bermain game yang mengujiketerampilan dan koordinasi mereka. Tapi anak-anak juga dapat mengakses pornografi, kebencian, dan terorisme.Selain itu, anak-anak rentan terhadap ajakan seksual,predasi, cyberbullyingdan pelecehan. Bagaimana kita membantu mereka dalam mengakses internet pada saat yang sama, melindungi mereka darisisi gelap dari Internet?

APA YANG ANAK LAKUKAN KETIKA MENGAKSES INTERNET?
Anak-anak terutama mengakses internet melalui World Wide Web. Anak-anak
menggunakan Web untuk mengakses informasi melalui pencarian dan browsing situs Web
yang disukai; berkomunikasi menggunakan e-mail, instant messaging, dan diskusi;
mengaskses musik, video, dan permainan komputer (Environics Research Group, 2001;
Rideout dkk., 2003; Roberts et al., 2005). Anak-anak kecil mungkin juga memiliki account e
-mailuntuk berkomunikasidengan anggota keluarga. Anak-anak juga menggunakan pesan instan untuk berkomunikasi denganteman, sering secara paralel dengan bermain game komputer atau melakukan pekerjaan rumah (Shiu& Lenhart, 2004). Anak-anak paling sering berselancar di Web untuk game dan musik tapi merekajuga mencari informasi untuk tugas sekolah dan kepentingan pribadi (EnvironicsKelompok riset, 2001; Lenhart et al., 2001).
Sumber internet khusus anak menjadi semakinpopulerdiantaraorang tuadanpendidik, dan dipasarkan sebagaisarana akses internet untuk anak-anak dengan aman dan nyaman. Sebagai contoh, meskipunbanyakanak-anak menggunakanHotmail(http://hotmail.com) atauYahoo(http://mail.yahoo.com) yangtersediauntuk semua orang, pelayanan e-mail khusus anak sepertiKidmail(http://kidmail.net) danSurfBuddis(http://www.surfbuddies.com) memberikanbebas spam, e-mail yang amanserta biaya yang sedikit. Sumber daya inimemungkinkan orang tua untukmembatasikontake-mail anak-anakdanprogramsecara otomatismenyaringkonten yangdipertanyakandan spam.
Akhirnya, akses internet anak-anak dapat dikontrol melalui penggunaan penyaringan
program, seperti Net Nanny (http://netnanny.com) atau Cyber
​​Sitter(http://www.cybersitter.com),dan browser untuk anak-anak, seperti zExplorer (http://www.zxplorer.com). Program-program komersial membatasi akses anak-anak ke Internet,penyaringan spam, iklan, dan konten ditentukan yang  pantas untuk anak-anak.
Karena sulit untuk mendefinisikan manakah spam dan konten yang tidak pantas, program initentu memberikan akses yang sangat terbatas ke Internet.

KEKHAWATIRAN
Secara historis, orang tua, guru, pembuat kebijakan, dan pers telah peduli
tentang efek samping dari media pada anak-anak (Gackenbach & Ellerman,1998; Paik, 2001;Wartella & Jennings,2000).Film,radio,dantelevisi dilihat sebagaipotensi
yang berbahayabagi perkembangan anak. Komputer dinilai merampas peluang anak-anak  dalam perkembangan sosial dan fisiknya.Kritikus memperingatkan bahwa kegiatan kontak sosial danfisik tergeser olehwaktu yang dihabiskan di depan komputer sama dengan kekhawatiran yang muncul ketika televisi ada di ruang tamu.Karena internet dapat diakses secara bebas, kritikus juga prihatin tentang anak-anaksedang terkena masalah yangtidak bisa mereka pahami atau atasi, seperti pornografidan kebencian. Akhirnya, mengingat anonimitas internet, kritikus sekarang menjadisemakin khawatir tentang anak-anak menjadi korban predator seksual
dan cyber-
bullies.

PERKEMBANGAN SOSIAL
Anak-anak mengembangkanrasasiapakah mereka danbagaimana merekamasuk ke dalam keluargamereka,sekolah, dan masyarakat. Merekabelajar untukmengevaluasisecara kritis karakteristik yang mendefinisikandiri mereka sendiri danmereka belajaruntuk mengendalikanperilaku merekauntuk beradaptasi denganmasyarakat,normadan nilai-nilai. Aspek-aspekperkembangan sosialdibutuhkananak-anak untukberinteraksidengan orang lain, untukmembedakan diridari orang lain, membandingkan karakteristikdiri denganorang-orang, dan mengembangkankontrol diri.
Secara bersama-sama para peneliti mengakui peringatan yang diungkapkan oleh Greenfield (2004a), penelitian tentang perkembangan sosial dan internet yang dilakukan sampai saat ini menunjukan bahwa, daripada menjadikan anak-anak terisolasi secara sosial, internet dapat menjadi lingkungan yang positif untuk perkembangan sosial. Anak-anak melanjutkan hubungan tatap muka meraka ketika mereka terpisah, dapat dilakukan dengan banyakcara contohnya seperti berhubungan lewat telepon. Memang, teknologi internet memberikan anak-anak kesempatan lebih untuk berinteraksi sosial yang salah satunya bisa dilakukan dengan telepon.Anak bisa berkomunikasi bersamaan dalam jumlah yang besar melalui email, chatting, dan instant massaging.Anak yang merasa terisolasi secara sosial dalam hal tatap muka, merasa depresi, dan/atau kurang percayadiri untuk berkomunikasi di lingkungan sosial.Selanjutnya, anak-anak dapat “mencoba” indetitas pribadi yang berbeda, mendiskusikan masalah pribadi, dan memperoleh informasi pribadi yang relevan tanpa merasa malu.

UNWANTED EXPOSURE TO PORNOGRAPHY AND HATE
Sangat sedikit penelitianyang telah dilakukan mengenai efekpadaanak-anakdaripornografi
dan situskebenciandi Internet. Pornografiadalah
sesuatu lazimdi Internet;gambar-gambar pornoyang tersedia dijutaan situswebdan melaluiratusan ribusumberInternet. Sementaramateri pornografiumumnyacukup jelasdanmudahdisepakati, kebencianlebihberbahaya; kebencianini sulituntukditemukan dandidefinisikan.
Selain internet anak-anak juga dapat mengakses atau melihat pornografi melalui music video, film, majalah dan televisi. Hate (kebencian), mungkin karena sangat berbahaya, hal ini sulit untuk dipahami dan diselidiki. Dalam sebuah penelitian seperempat dari situs ekstrimistis mengaku bahwa kelompok mereka tidak mendukung kebencian atau rasisme.Dan lebih dari 80% mengklaim mereka menentang kekerasan. Banyak dari situs ini memiliki hal yang bertentangan dengan yang mereka ungkapkan, seperti menyangkal rasisme tetapi berseru bahwa Whites sebagai “satu-satunya” ras. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan di kalangan anak-anak.

PREDASI DAN BULLYING
Laporan beritadarianak-anak yangterpikat dengan mobiltampaknya akandiganti
oleh laporandarianak-anak yangterpikat
akan Internet. Demikian pula, intimidasiyang sering terjadi di sekolahtampaknya akan bergerakkeInternet. Sama sepertihalnya orang tuayang khawatiranak-anak merekamulaimenjelajahlebih jauh darirumah,mereka sekarangmenjadikhawatir karenaanak-anak merekamenjelajahlebih jauh danlebih lanjut keInternet.
Baru-baru ini, aparat penegak hukum telah mulai penyamaran sebagai anak-anak di internet
untuk memerangi kejahatan seksual.
Dalam kurun waktu 2000-2001 untuk kejahatan seks yang melibatkan Internet terhadap anak-anak ditemukan 508 kasus di mana predator menggunakan Internet untukmemikat anak dan berlanjut menjadi 644 kasus.Mitchell(2005) menyelidiki sampel dari penangkapan ini dan menemukan banyak yang mengaku bersalah dan berhasildituntut. Mitchell et al. (2005)menyimpulkan bahwa internet telah meningkatkan kemampuan lembaga penegak hukumuntuk mendeteksi dan mencegah kejahatan terhadap anak-anak .
Karena sifat anonym yang berlaku di internet, pelecehan yang dilakukan melalui internet dapat menyebabkan gangguan psikologis pada anak.Menurut sebuah penelitian sejumlah anak yang dilaporkan menjadi korban pelecehan internet juga dilaporkan sebagai pelaku pelecehan.Dari penelitian tersebut mengindikasikan bahwa mereka telah membuat komentar kasar atau komentar jahat untuk mempermalukan atau melecehkan seseorang. Ybarra dan Mitchell (2004a) menemukan bahwa dengan banyaknya pelecehan melaluiinternet mungkin menjadi kelanjutan dari adanya bullying di sekolah, tetapi ada beberapa juga yang muncul untuk melecehkan oranglain hanya di internet. Mereka berpedapat bahwa anonimitas diinternet memungkinkan anak-anak lebi agresif daripada diri mereka di dunia nyata.

MENJADI “INTERNET-WISE”
Tiga pendekatan telah digunakan untuk melindungi anak-anak dari efek merugikan dari pengunaan internet. Satu pendekatanadalah untuk mengatur materi apa yang dapat dibagikan atau disalurkan di internet. The Child Online Protection Act (COPA) yang disahkan oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 1998, melarang penyedia layanan internet komersial membagikan konten yang diarang untuk anak dibawah umur. Pendekatan lain untuk melindungi anak-anak dari bahaya internet yaitu pengembangan perangkat lunak untuk menyaring atau memblokir akses internet anak-anak yang mengarah ke sumber yang tidak sesuai. Kedua pendekatan ini sama-sama muncul untuk melindungi atau mencegah anak-anak mengakses konten yang dilarang.Yang ketiga, dan kemungkinan yang paling sukses adalah pendekatan yang mengajarkan anak-anak untuk kritis menilai sendiri.Kemampuan berpikir kritis mendasari hampir semua pengambian keputusan dan perlu diajarkan, dimulai dari membuat pilihan makanan yang sehat, membuat keputusan yang tepat mengenai perilaku seks, dan banyak mengumpulkan informasi.


Jumat, 05 Juni 2015

Tunjukan Bakatmu!!

Pertama kali tugas untuk menampilkan bakat yang muncul dalam pikiran adalah "Bakat?" "Nampilin bakat?" "Bakatku apa?". hmmmm itulah BINGUNG karena ga tau bakat diri sendiri apa. Selalu mengagumi bakat orang lain tapi tidak mengenali bakat diri sendiri apa. #deritaanakmalang wkwk

Setiap hari nanya "Bakat aku apa ya?" dan orang yang ditanya cuma mengangkat bahu atau bilang "aku aja ga tau bakatku apa." -_-# benarbenarmalang. makin sini makin bingung sampai akhirnya bu dosen tercinta memberi pencerahan #aaaakmakasihbuu :*

Beliau bilang "kalian tampilin bakat kalian mau puisi, mau story telling, masak, origami, fotography, dsb" hiks akhirnya karena tak punya bakat khusus yang bisa dibanggakan aku memilih PUISI walau tak tau nanti didepan bacanya gelagapan atau engga. Tapi ada satu puisi islami yang benar benar melekat dihati karena sangat menyentuh. :')

hmmm sekian dulu curhatan hati seorang siti hari ini
do'akan supaya nanti ketika baca puisinya lancar yaa... ^.^

Jumat, 24 April 2015

Bakat? Apakah kamu punya bakat? Apa aku punya bakat?

Punya? Pasti! Setiap orang dilahirkan dengan kemampuan kemampuan khusus dalam dirinya. Tergantung pada bagaimana seseorang itu mengetahui,melatih dan mengembangkan bakatnya.
Apa bakatku?

Jujur aku sendiri tidak tahu bakat yang ada dalam diriku ini apa. Music? Aku tidak bisa bermain music. Tapi aku suka sekali mendengarkan berbagai macam genre music. Menggambar? Oh ayolahhh aku benar benar tidak kreatif dalam hal itu. Olahraga? Apalagi ini -_- my body is weak.
Aku selalu berpikir apa bakatku? Apa bakat khusus yang dimiliki olehku?

Ketika orang lain mempunyai bakat acting, menyanyi, bermain alat music, melukis, bela diri dan lain-lain. Aku? I don’t know. Selama 19 tahun ini aku hidup, aku tidak tahu bakatku apa. Tapi, yang aku yakini yaitu aku mempunyai hal yang lebih dalam bidang akademik. Sombong? Tapi memang itu yang aku rasakan.hehe karena dalam bidang nonakademik I’m so…..

Mungkin aku punya ketertarikan dibidang lain yaitu menulis, dulu aku pernah menulis beberapa cerpen tapi sekarang sudah tidak dilanjutkan. Kesukaanku sekarang adalah mengoleksi buku *novel* dan menonton film *ga penting sebenernya*. Masak? NO! I cant! -_- tapi… kalau mebuat kue aku suka! :D

Kalau dibilang punya sosok pemimpin mungkin iya, karena aku sering sekali ditunjuk menjadi ketua kelompok atau tanpa ada perintah tiba-tiba menjadi ketua kelompok. Mungkin aku memiliki jiwa kepemimpinan lebih dari yang lain. Aku senang sekali dengan hal-hal yang mengharuskan aku mengemban tugas organisasi. Aku suka organisasi *dimulai ketika mengikuti keanggotaan OSIS sewaktu SMP*

Dari SD sampai SMP aku sangat percaya diri dalam akademik, dipercaya untuk mewakili sekolah mengikuti olimpiade bidang matematika. Mungkin itu bakatku. Tapi ketika SMA prestasi dibidang akademikku sangatlah menurun, tapi aku biasa saja karena aku menyukai kegiatan lainku di organisasi.

Aku suka berinteraksi dengan banyak teman, mempelajari yang tidak aku dapat dalam kelas, and I’m happy!

Jadi? Apa bakatku? Karena yang aku tahu bakat itu sesuatu yang menghasilkan sebuah prestasi, mungkin aku akan mengatakan aku suka berhitung *matematika bukan fisika atau kimia* karena semasa SD dan SMP aku mendapatkan prestasi dalam bidang itu.

Hmmmm aku yakin setiap orang mempunyai kelebihan mereka masing-masing tergantung mereka melatihnya atau tidak :D see you next time!~



Rabu, 15 April 2015

PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN

Nama : Siti Nurjanah
NPM : 1A514381
Kelas : 1PA09

Hai hai hai!!!!
Bertemu lagi dengan saya Siti Nurjanah dalam postingan kali ini mengenai "Apakah perbedaan Bakat dan Kreativitas?"

Sebelum kita menjelaskan apa bedanya bakat dan kreativitas, kita harus tahu terlebih dahulu pengertian dari bakat dan kreativitas itu sendiri. Dalam postingan sebelumnya saya telah membahas apa itu bakat. Apa itu Bakat?

Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Bakat merupakan kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Bakat tidaklah diturunkan semata, tetapi merupakan interaksi dari faktor keturuan dan faktor lingkungan, artinya dibawa sejak lahir berupa potensi dan berkembang melalui proses belajar, dan memiliki ciri khusus.

Nah, sudah tahu kan bakat itu apa? sekarang mari kita bahas apa itu kreativitas.
Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru dan asli, yang sebelumnya belum dikenal ataupun memecahkan masalah baru yang dihadapi. Apakah hasil kreativitas itu menunjukkan hal yang baru? Beberapa ahli berpendapat bahwa kreativitas itu tidak harus seluruhnya baru, tetapi dapat pula sebagai gabungan yang sudah ada dipadukan sesuatu yang baru.

Kriteria Kreativitas
Berdasarkan pendapat para ahli psikologi, (Danny and Davis, 1982) mengemukakan sejumlah aspek yang berbeda termasuk dalam kriteria kreativitas, yaitu :
  • Sensitivity to problems, artinya kreativitas dilihat dari kepekaan terhadap masalah yang muncul.
  • Originality, artinya pemecahan masalah dengan cara baru, bukan meniru pemecahan masalah yang lain.
  • Ingenuity, artinya adanya kecerdikan dalam pemecahan masalah.
  • Breadth, artinya ketepatan dalam pemecahan masalah.
  • Recognity by peers, artinya ada pengakuan dari kelompok tentang penemuannya.

Salah satu hal yang penting dalam kreativitas adalah kemampuan berpikir yang menyebar (divergent thinking) sebagai lawan dari berpikir yang menyatu (convergent thinking). Dalam struktur intelek kedua hal itu memainkan peranan yang sangat penting. Dalam convergent thinking ada jawaban yang benar dan tepat, sedang pada divergent thinking dirincikan dengan menghasilkan berbagai bermacam-macam alternatif pemecahan yang luas, yang masing-masing merupakan kemungkinan yang masuk akal. Para pemikir yang menyebar tidak terikat harapan-harapan, tidak menghendaki jawaban yang benar, melainkan menghendaki cara berpikir yang spontan dan bebas, seperti dalam melamun dan asosiasi bebas, yang menghasilkan berbagai pemecahan masalah atau penemuan. Asosiasi bebas yang digunakan dalam pemecahan masalah secara kelompok disebut Brainstorming.

Berdasarkan Pengertian diatas, Bakat dan Kreativitas jelaslah berbeda. Bakat adalah kemampuan bawaan yang perlu dilatih agar terwujud, sedangkan Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru dan asli yang belum dikenal sebelumnya.

Oke demikian pembahasan kali ini! ^.^
Selamat bertemu kembali di postingan selanjutnya!

Kamis, 19 Maret 2015

PENGEMBANGAN KREATIVITAS DANKEBERBAKATAN

Tugas 2
Nama : Siti Nurjanah
Kelas : 1PA09

Halo…..
Kembali lagi bertemu dengan saya Siti Nurjanah dalam postingan kali ini.

Dalam postingan sebelumnya, saya sudah membahas apa itu bakat. 
Dalam kesempatan ini saya akan memberikan contoh bakat dan mebahasnya secara singkat dengan sumber teman dekat saya sendiri.hehe

Kalau begitu ayo kita mulai!



Oke perkenalkan nama lengkapnya Angie Nadya Simarmata, lahir di Sukabumi, 30 Agustus 1996, Kelas 1SA01 jurusan Sastra Inggris Universitas Gunadarma. Keturunan Batak yang ga ada Batak Bataknya, tapi ekspresif banget kalau mengekspresikan sesuatu. Saya kenal dia dari pertama masuk SMA, satu kelas, dan akhirnya selalu duduk bersebelahan selama 3 tahun dan akhirnya sekarang bareng bareng lagi di Gunadarma walau beda jurusan. Oke back to the topic..

Karena hampir 4 tahun kita selalu bersama mau tidak mau saya tau bakat yang ada didalam diri dia itu apa walau dia tidak bisa mengekspos itu ketika SMA. Barulah ketika dia kuliah dia berani menunjukan taringnya, dia akhirnya mengikuti salah satu UKM yaitu TEMA angkatan 24, karena itulah keingininan terbesar yang ingin dia wujudkan semenjak SMA yaitu mengikuti Teater.

Ya, temen saya ini memiliki bakat khusus yaitu dunia seni peran. Dia suka sekali tampil didepan kelas apalagi dalam hal drama, She is drama queen.. dari intonasi berbicara dan cara dia mengekspresikan karakternya saya atau mungkin orang lain yang melihatnya akan tau bahwa dia memang berbakat. Tapi berbeda dengan dunia peran di depan kamera, dia lebih cenderung pada dunia seni peran di panggung teater yang membutuhkan pemain yang betul betul ekspresif ketika berperan. And she do it! She make it!

Itu adalah bentuk totalitasnya yang pertama kali, peran pertama dan panggung pertama dia di panggug teater. But she make it! She got the best actress! Walau hanya tampil dihadapan puluhan orang tapi dia membuktikan bahwa dia memiliki bakat yang tidak semua orang miliki termasuk saya sendiri.

Oke that’s all from me.

Setiap orang memiliki bakatnya masing masing dan dengan bakat itu mungkin kita bisa meraih mimpi yang sudah kita angan-angankan.

Quote postingan kali ini
“Tidurlah ketika ingin bermimpi, Bangunlah ketika ingin meraihnya”

Terima kasih

Have a nice day!!!

Kamis, 12 Maret 2015

PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN

Tugas 1
Nama: SITI NURJANAH
NPM: 1A514381
Kelas: 1PA09

Sering muncul pertanyaan dalam benak kita Apa sih bakat itu? Apa kita mempunyai bakat? Apa sih manfaat kita mengenali bakat? lalu Apa tujuan kita mengenali bakat?




Seringsekali kita mengartikan bakat adalah perilaku atau kegiatan yang menonjol pada diri kita,dilakukan berulang ulang dan kegiatan tersebut menghasilkan sebuah kepuasan atau sebuah prestasi. Benar kan?

Nah, mari kita simak penjelasan tentang apa itu BAKAT sesuatu yang tak terlihat tapi ada pada dalam diri setiap orang yang ada di dunia ini.

Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Bakat merupakan kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Bakat tidaklah diturunkan semata, tetapi merupakan interaksi dari faktor keturuan dan faktor lingkungan, artinya dibawa sejak lahir berupa potensi dan berkembang melalui proses belajar, dan memiliki ciri khusus.

 Orang yang berbakat dalam bidang tertentu diperkirakan akan mampu mencapai prestasi tinggi dalam bidang itu. Jadi prestasi sebagai perwujudan bakat dan kemampuan.

Bakat mencakup tiga demensi psikologis(persetual, psikomotor, dan intelektual.


 Bakat sendiri dibagi menjadi 2 yakni Bakat Khusus dan Bakat Umum.

  • Bakat Khusus 

Bakat khusus adalah kemampuan khusus yang perlu di latih dan kembangkan seperti bakat bahasa,musik, matematika,olahraga,seni.
  • Bakat Umum

Bakat umum, merupakan kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, artinya setiap orang memiliki.

Setelah kita mengetahui apa Bakat itu, apakah kalian sudah mulai mengerti dan tahu bakat kalian apa? ^^

Selanjutnya kita tentunya ingin tahu juga apa sih Tujuan kita mengenali bakat kita maupun anak kita? yuk kita simak!

Secara umum tujuan  dari mengenali bakat adalah agar kita dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal. Untuk membantu seorang siswa dalam pengembangan bakatnya. Beberapa sekolah mengenalinya dengan beberapa tes. Dari hasil tes tersebut guru atau konselor akan mengetahui kemampuan khusus yang dimiliki siswanya. Secara khusus tujuan mengenali bakat adalah sebagai berikut:

1.   Dapat mengetahu kecerdasan atau kemempuan khusus yang dimiliki anak
2.   Dapat melihat sejauh mana potensi bisa dikembangkan secara maksimal
3.   Untuk mengkreasikan antara tingkat kecerdasan dengan hasil belajar yang dicapai (jika IQ tinggi harusnya prestasi belajar juag tinggi)
4.   Untuk mendeteksi kesulitan belajar disebabkan karena factor kemampuan ataukah factor lain seperti kemalasan, dll
5.   Untuk mendeteksi persoalan belajar yang dimiliki terutama pada penguasaan bahan pelajaran
6.   Memilih bahan pelajaran yang sesuai dengan kemampuan
7.   Untuk memilih pendidikan lanjutan yang ingin dimasuki.
8.   Untuk memnuat rencana untuk kehidupan pekerjaan mereka dikemudian hari .
Mengembangkan bakat dan minat bertujuan agar seseoprang belajar atau dikemudian hari bisa bekerja dibidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta bakat dan minat yang dimilikinya sehingga mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias.

Nah, setelah kita mengetahui arti dan tujuan mengenali bakat, apa kalian mendapatkan sesuatu yang menarik?

Sekarang kita kebagian terakhir yaitu apa Manfaat kita mengenali Bakat? ada yang tahu? oke kita bahas bersama-sama.

1.      Untuk mengetahui potensi diri
Bakat merupaka kemampuan yang lebih menonjol daripada yang lain, baik secara intelektual (teoritis) maupun secara praktis. Bakat merupakan potensi yang dimiliki seseorang karena factor genetic. Potensi yang dimiliki anak banyak beragam, bisa ratusan bahkan ribuan poptensi yang dilimiki, namun tentunya hanya ada satu atau dua potensi yang paling menonjol. Tidak mungkin semua potensi yang dimiliki dapat dikembangkan semuanya, hanya potensi-potensi tertentu yang paling menonjol saja yang perlu dikembangkan. Dengan mengetahui bakat yang dimiliki, kita jadi tahu potensi kita dan bisa dekembangkan.
2.      Untuk merencanakan masa depan
Meraih masa depan harus dipersiapkan sejak dini, perencaan masa depan atau cita-cita perlu menjasi pertimbangan yang sangat penting. Dengan mengetahui bakat yang dimilki, kita bisa merencanakan, mengembangkannya dengan demikian juga turut merencanakan masa depan.
3.      Untuk menentukan tugas atau kegiatan
Efektivitas pekerjaan sangat tergantung dari bekal kemampuan yang dimiliki ketika aktivitas pekerjaan sesuai dengan bakatnya tentun hasilnya akan lebih jauh lebih bagus atau lebih maksimal dari pekerjaan yang tidak sesuai sengan bakat atau potensinya. Dengan mengetahui bakat yang dimiliki, kita bisa memilih kegiatan apa yang kita lakukan sesuai dengan bakat yang kita miliki.

Dari semua pembahasan di atas apa kalian sekarang sudah paham apa itu bakat? apa tujuannya? apa manfaatnya? 

"Kenalilah, latihlah, kembangkanlah bakat kalian karena kita semua itu Berbakat" Siti Nurjanah