Kamis, 17 Maret 2016

TUGAS 1 : KONSEP SEHAT

 Nama: Siti Nurjanah
 NPM : 1A514381
 Kelas : 2pa09

 Konsep Sehat 
 
Pengertian Sehat, Kesehatan dan Sehat Mental
a.      DEFINISI SEHAT.
Sehat (Health) secara umum dapat dipahami sebagai kesejahteraan secara penuh (keadaan yang sempurna) baik secara fisik, mental, maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau keadaan lemah. Sedangkan di Indonesia, UU Kesehatan No. 23/ 1992 menyatakan bahwa sehat adalah suatu keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial dimana memungkinkan setiap manusia untuk hidup produktif baik secara sosial maupun ekonomis. World Health Organization
(WHO, 2001), menyatakan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya.Dan memiliki 4 dimensi holistik, yaitu agama, organobiologik, psiko-edukatif dan sosial budaya.
Jadi Konsep Sehat merupakan suatu keadaan dimana seseorang duikatakan normal dan sesuai dengan kaidah dan standart yang di terima dalam suatu komunitas atau masyarakyat, dan mempunyai suatu keadaan dimanan fisik mental dan sosialnya tidak tergangu dan dapat melalukan peranya sebagai anggota dalm suatu komunitas atau masyarakyat
Pengertian dan Pendapat dari Para ahli mengenai Kesehatan Mental
a.      Arti kata Kesehatan Mental
Kesehatan Mental merupakan alih bahasa dari Mental Hygiene atau Mental Health berasal  dari kata Hygiene dan Mental. Secara etimologi Hygiene dari kata Hygea yaitu, nama Dewi Kesehatan Yunani kuno yang mempunyai tugas mengurus masalah kesehatan manusia di dunia. Kemudian muncul kata hygiene untuk  menunjukkan  suatu kegiatan yang bertujuan mencapai hygiene. Sedangkan mental berasal dari kata latin Mens dan Mentis yang berarti jiwa, nyawa, sukma, roh, dan semangat.
b.      Kesehatan Mental menurut Para Ahli
Menurut Dr. Jalaluddin dalam bukunya “Psikologi Agama” bahwa:
“Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan)”.
Sedangkan menurut paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.

Zakiah Daradjat mendefenisikan bahwa mental yang sehat adalah terwujudnya keserasian yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri antara individu dengan dirinya sendiri dan lingkungannya berdasarkan keimanan dan ketakwaan serta bertujuan untuk mencapai hidup bermakna dan bahagia di dunia dan akhirat. Jika mental sehat dicapai, maka individu memiliki integrasi, penyesuaian dan identifikasi positif terhadap orang lain. Dalam hal ini, individu belajar menerima tanggung jawab, menjadi mandiri dan mencapai integrasi tingkah lak
Musthafa Fahmi, mengatakan kesehatan jiwa adalah bebas dari gejala-gejala penyakit jiwa dan gangguan kejiwaan.
Zakiah Daradjat, Kesehatan mental adalah terhindarnya orang dari gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (psichose). Definisi ini banyak dianut di kalangan psikiatri (kedokteran jiwa) yang memandang manusia dari sudut sehat atau sakitnya.
Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan tempat ia hidup
Pepkin’s
Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar.
Allport, manusia sehat adalah manusia yang mencapai kematangan.
Maslow,
manusia sehat adalah manusia yang mampu mengaktualisasikan dirinya dan mencapai kebahagiaan.
Kesehatan mental menurut UU No.3/1961 adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.
Dari beberapa defenisi yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dipahami bahwa orang yang sehat mentalnya adalah terwujudnya keharmonisan dalam fungs fisik,ijiwa dan sosial serta tercapainya kemampuan untuk menghadapi permasalahan sehari-hari, sehingga merasakan kebahagiaan dan kepuasan dalam dirinya. Seseorang dikatakan memiliki mental yang sehat, bila ia terhindar dari gejala penyakit jiwa dan memanfatkan potensi yang dimilikinya untuk menyelaraskan fungsi jiwa dalam dirinya.
 
Referensi:
http://more23dy.blogspot.co.id/2014/03/kesehatan-mental-konsep-sehat-sejarah.html

Jumat, 22 Januari 2016

PSIKOLOGI DAN INTERNET Di edit oleh Jayne Gackenbach

Nama : Maesyaroh (16514297)
           Muhammad Dhumma (17514156)
           Siti Nurjanah (1A514381)
Kelas  : 2PA09

PSIKOLOGI SEX: CERMINAN DARI INTERNET
(Raymond J. Noonan)

KECENDERUNGAN  UMUM
Seks di internet menjadi ringkasan yang baik, yang buruk, yang indah dan jelek. Dengan demikian orang dapat berargumentasi bahwa itu adalah reflektif dari seks di kehidupan nyata, dengan buruk dan yang jelek sering menjadi titik focus utama bagi banyak orang di Amerika Serikat dan tempat lain. Internet diserahkan kepada individu untuk mengarahkan dirinya dengan caranya sendiri melalui informasi seks yang sudah tersedia. Informasi seks di internet memiliki kegunaan yang positif namun bisa saja menjadi negative apabila diakses oleh anak dibawah usia 17 tahun. Tetapi masalahnya adalah kebanyakan pengguna internet tidak mengerti akan kegunaan internet yang baik. Akibatnya banyak orang menyalahgunakan internet. Seksualitas terkait erat dengan internet, world wide web,dan berita usenet.
Seksualitas  Internet :  Akar  Dan  Kontroversi
Seks telah menjadi topik yang kontroversial di Internet.Pada waktu itu jaringan alternative dimulai dalam menanggapi penolakan hirarki Usenet pada saat itu untuk memasukkan kelompok seksualitas rekreasi. Menurut Stefanac (1993), ada kemungkinan bahwa penyebaran bahan berorientasi seksual dimulai pada awal pengembangan Internet dengan pertukaran informal teks (dan gambar kemudian) melalui email. Konten seksual tersedia melalui internet di berbagai materi tersebut di video “dewasa”, majalah, dan media lainnya. World Wide Web, lingkungan grafis dari Internet, Web terus menawarkan informasi seputar seksualitas hingga sekarang lebih dari sebelumnya, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi di seluruh dunia.
Pengaruh Seksualitas Pada Media Komunikasi Baru
Pada jaman dulu teknologi yang ada hanya kamera video atau telephone rumah sehingga membatasi orang di jaman dulu untuk mencari informasi tentang seksual.Kemudian telepon digunakan sebagai telepon seks. Semakin berkembangnya zaman awalnya orang mengetahui seks melalui video atau dvd, disini orang hanya bisa menonton di rumah menggunakan televisi, semakin berkembang lagi teknologi muncullah yang namanya iphone, android maupun ipod yang lebih memudahkan kita untuk menyimpan video bahkan film erotis dalam gadget tersebut sehingga mudah untuk dibawa – bawa.
Bertambahnya jalan untuk mengakses informasi seksualitas membuat seksualitas itu sendiri menjadi kebutuhan primer bagisebagian orang sehingga dapat merusak perkembangan moral dan psikologi seseorng.Bahkan penelitian mengatakan semakin banyak seseorang mengonsumsi video maupun film erotis, semakin berpotensi merusak sel saraf otak seseorang.Jumlah ini melebihi sel saraf yang dirusak yang dikarenakan oleh kokain.

ARTI DARI SEKSUALITAS UNTUK MANUSIA: PENDEKATAN SISTEM CHAOTIC
Konsep kompleks seksualitas berbagai dimensi sebagai suatu kesatuan sistem dari berbagai subsistem dalam kehidupan manusia dalam masyarakat apapun. Seksualitas adalah sebuah kekacauan pengorganisasian prinsip yang berasal dari dua makna dan memberikan makna dengan, cara multiplisitas umpan balik yang memediasi orang-orang pilihan yang tersedia, berbagai aspek ekspresi dalam suatu lingkungan tertentu selama periode waktu tertentu. Sekarang terlihat banyak pendekatan untuk seks di dunia maya, seperti banyak pendidikan kesehatan , mengkritik pantangan -sampai-perkawinan “pendidikan seksualitas” program bagi orang-orang muda yang gagal untuk mengajarkan tentang kondom (Satcher, 2005).
Seksologi tidak akan maju, dan kebijakan publik tidak akan berkembang, sampai kita dapat mematahkan ikatan preskriptif seksologi-apa seharusnya-dengan deskriptif seksologi-apa-dan menerapkan prinsip-prinsip ini untuk mempromosikan kesehatan seksual. Imperatif agama yang benar domain sexosophy daripada seksologi, termasuk versi sekuler AS,yaitu, politik wacana postmodernis yang benar. Namun, unsur preskriptif seksologi memiliki tempat mereka dalam terapi seks dan konseling, serta dalam pendidikan (Noonan, 2005a, 2005b).Perna dan Masterpasqua (1997) dianggap kontradiksi yang tersirat dalam memahami bahwa ada makna dalam kekacauan, dan kontradiksi-kontradiksi ini jelas meluas ke seksualitas di dunia maya. Dalam konteks ini, Internet mungkin sekarang dilihat sebagai sistem hidup tentang apa yang kita harus banyak belajar.
Bolton (1995, p. 293) mencatat bahwa seks baik rasional dan irasional; kondisi sosial dan budaya memberikan konteks perilaku.Jadi, Internet menyediakan konteks, dengan lingkungan sosial sendiri dan budaya.Bagi sebagian orang, seks melambangkan kebebasan dan kemerdekaan atau pemberontakan,sedangkan untuk orang lain, itu melambangkan penindasan dan penaklukan, pembatasan, dan kurangnya kebebasan. 
Pengaruh Agama/Keperayaan dan Budaya
·         Francoeur menyatakan bahwa perilaku seksual manusia sebagian besar dipengaruhi oleh pandangan mereka terhadap dunia.
·         Seperti yang sering terjadi, apa yang mungkin dideskripsikan sebagai kehidupan meniru pornografi. Media cenderung membesar-besarkan hal-hal yang berkaitan dengan seks, karena hal in dapat meningkatkan pendapatan.
Wawasan Baru dari Ilmu Seksologi
·         Seksologi saat ini telah memperluas akarnya di teori psikoanalitik dan biologi seks.
·         Banyak dari ilmu-ilmu seksologi pada abad keduapuluh berasal dari tulisan-tulisan John Money. Sebagai contoh, tulisan Money mengenai identitas/peranan gender, dan sebagainya, menjadi fondasi pengertian ilmu seksualitas dan gender pada masa sekarang, meskipun disertai dengan beberapa kontroversi.
·         Beberapa masalah yang ada yang dapat mempengaruhi cara seksologis profesinal melalukan pendekatan terhadap ilmu mereka—yang juga dapat mempengaruhi kita dalam ‘mendekati’ seks di internet.
·         Beberapa kesadaran yang mendesak masyarakat mungkin sebenarnya tidak lebih dari serangan balik dari perbuatan yang berlebihan kau gay dan feminist yang telah ada di masyarakat Amerika sejak tahun 1990-an. Mereka juga telah mengkritik perkembangan yang terjadi bersamaan dan ilmu victimology yang salah, dengan memori yang telah diperoleh kembali.

EKSPRESI SEKSUAL DAN INFORMASI PADA INTERNET
Konteks seksual hidup pada internet mungkin dalam semua forum.Selain dari e-mail, umumnya paling banyak pada wilayah yang dapat diakses adalah Usenet newgroups dan World Wide Web.Selain pesan seksual informal yang dapat dipertukarkan antara dua spesifik individu melalui email, ada yang scattershot pesan "spam" (iklan di mana-mana tidak diinginkan yang merupakan hawar Internet) dan listservs lebih bertarget, daftar diskusi email yang satu biasanya berlangganan jika topik yang menarik. Konten mungkin untuk produk atau jasa seksual, seperti dalam kasus spam, atau mungkin secara profesional berorientasi (atau sebaliknya) diskusi dan pengumuman.
Usenet Newgroups dan Psikologi Sex
Ekspresi seksual terdapat banyak bentuk di Internet.Terbuka di forum untuk berbagai praktik seksual dan kepentingan yang dapat ditemukan di Usenet newsgroup yang merupakan situs paling terbanyak yang menayangkan sex.Nama-nama newsgroup yang berhubungan dengan seks biasanya mengandung string “alt.sex,” atau “Alt.binaries.pictures.erotica, Kata kunci dalam string ini kebanyakan seks dan erotis.manifestasi adalah salah satu topik yang relevan dengan mungkin semua populasi . Penelitian lebih lanjut menemukan statistik Usenet tambahan yang menunjukkan bahwa seks terkait newsgroup adalah yang paling populer

Fenomena yang menyebabkan daya tarik untuk hal-hal seperti pornografi, terutama pornografi anak, di newsgroup mungkin jadi, dengan melarang mereka, pemerintah mendirikan minat dan paksaan untuk memperoleh bahan ini. Meskipun mereka mungkin tidak cerdas cukup untuk menjadi sengaja memanipulasi ini untuk menyediakan pekerjaan bagi penegakan hukum dan hukum industri atau untuk menyediakan iklan gratis yang membantu untuk membedakan apa yang mungkin sebaliknya Produk mencolok dari orang lain, pemerintah, bagaimanapun, menarik perhatian ke mereka. (Ingat pepatah pemasaran yang bahkan publisitas negatif dapat menjadi baik untuk produk atau ide.)

Keragaman Seksual dari World Wide Web

Selama beberapa tahun, banyak penulis mencatat bahwa seks adalah yang paling dicari- untuk topic di internet (Cooper, 1997b, 2002; Cooper & Griffin-Shelley 2004), klaim yang tampaknya masih benar. Kami mengacu sini, tentu saja, dengan World Wide Web, yang menawarkan array yang lebih luas dari informasi dan layanan melampaui mereka yang eksplisit secara seksual.Peringatan cukup hampir selalu diberikan, terutama pada situs komersial.Penanggulangan yang tepat (yang tidak harus mencakup hanya melarang mereka) mungkin diperlukan yang mungkin kemudian menjadi bagian dari program sosialisasi umum untuk menumbuhkan rasa hormat dan pertimbangan antara dan di antara jenis kelamin, praktek yang sama kurang hari ini di banyak interaksi interpersonal dalam ranah nonseksual. Program yang mengalami perasaan ini merupakan indikasi de facto dari kurangnya rasa hormat-terutama diri-dan terutama untuk anak perempuan.Ini adalah kewajiban orang tua, pendidik, mental profesional kesehatan, media, dan masyarakat untuk menolak pesan tersebut.

newsgroup,  listservs, dan papan diskusi online adalah asynchronous: Satu posting sebuah pesan bahwa orang lain dapat membaca dan menanggapi setiap saat setelah pembuatnya offl ine sudah. Dari kemampuan ini tumbuh praktek populer cybersex. Cybersex melibatkan pesan sugestif atau eksplisit erotis atau fantasi seksual ditukar via komputer yang terhubung dengan orang lain yang sedang online pada saat yang sama. Bagi sebagian orang, membaca intim pengakuan dari orang lain dapat berfungsi untuk memulai fantasi seksual dan gairah, sebanyak novel roman sering dianggap wanita berorientasi pornografi. Cybersex, seperti telepon seks, adalah istilah metafora untuk bicara seksual antara dua atau lebih individu yang mungkin atau mungkin tidak termasuk simultan atau berikutnya kegiatan masturbasi untuk satu atau lebih dari mereka.“Real sex” itu sendiri tetap menjadi isu kontroversial antara seksolog dan lain-lain, banyak dari mereka bersikeras termasuk semua jenis perilaku seksual, paling sering oral seks, sebagai “berhubungan seks.”


POLITIK,  PRIBADI,  DAN  KAUM ASPEK  SEX  DI  INTERNET

Seksualitas memiliki berbagaicarapenyebarannyabagi manusia. Perbedaan penting dengan internet, Namun, dari kegiatan organisasi yang lebih tradisional adalah munculnya individu sebagai kekuatan potensial dalam promosi baik didirikan dan menentang  ide. Di Internet, semua situs tersebut kurang lebih sama, hanya didukung oleh kekuatan kata-kata dan argumen yang diungkapkan oleh orang menghadirkan mereka, dan, sehubungan dengan blog, komunitas yang berkembang di sekitar mereka. Tentu saja, seperti di media mempekerjakan kata, tertulis atau lisan, kejelasan, akal, logika internal, dan dukungan eksternal dari ide-ide yang dipanggil untuk memperkuat pandangan dipromosikan.Hal ini kemudian diserahkan kepada pembaca atau pendengar, berdasarkan pengalaman mereka sendiri, pendidikan, temperamen, dan sebagainya, untuk mengevaluasi persuasif argumen dan baik menolak atau menerima mereka, dan, sekali lagi sehubungan dengan blog (dan pada tingkat lebih rendah, listservs) untuk menawarkan pendapat seseorang. Ada biasanya tidak ada editor atau sensor mediasi proses atau mengatakan kepada kita hanya apa yang harus kita mendengar atau membaca. Ini, tentu saja, dapat menyebabkan beberapa masalah, terutama untuk organisasi otoriter dan kepribadian.
Karakteristik media sosial yang spontandanterbukamembuatkelompokmasyarakat yang aktifbersuara di ruang digital lebihkritismenilaipemerintah.Secaraumum, menunjukkan polarisasi sikap publik  yang cenderung berimbang dalam menyikapi kinerja pemerintah. Namun, apabilarespondendibagidalamkelompokpengguna media sosial (medsos) danbukanpenggunamedsos, tampakpolapenyikapan yang berbeda.Tingkat kepuasanresponden yang aktifmenggunakanmedsostampaklebihrendahjikadibandingkandenganresponden yang takpernahmengaksesmedsos.Bahkan, polarisasi penilaian dua kelompok responden ini berbanding terbalik.Demikian pula apresiasipositif yang disampaikan responden pengguna medsos tampak lebih rendah apabila dibandingkan dengan penilaian responden yang lain.
Potensi Pertemuan Mitra di Situs Kencan Online
Jika seks dapat dikatakan telah mendorong perkembangan teknologi internet,  maka kita mungkin mengatakan bahwa seks telah mendorong ekspansi situs kencan online yang telah meledak di web. dalam arti ini akan menjadi penafsiran yang paling luas, dari mereka yang mencari mitra untuk kesenangan erotis murni dan melepaskan, untuk pernikahan dan bayi, untuk keterhubungan sosial dan interpersonal, untuk mengurangi kesepian atau bosan, antara lain-dengan atau tanpa cinta apa pun orientasi seksual .Delmonico (2003) menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi daters secara online:
Blogging: Pemberdayaan Seksual Melalui Percakapan Online
Blog belakangan ini dari jurnal online, sebagai catatan terdahulu, yang sudah semakin menjadi penting di dunia online dan berpengaruh di dunia nyata. Kepentingan mereka sebagai laporan berita terkini dan forum-forum komentar membuat kekuatan mereka diketahui selama 2004 perbincangan nasional presidensial U.S..Nilai yang blogging memiliki untuk kesehatan seksual dan ekspresi terletak pada pemberdayaan yang dicapai oleh kedua individu dan masyarakat di Web.informasi yang khusus untuk beberapa pilih sekarang dapat dipublikasikan ke masyarakat tertarik pada skala global. Meskipun blog dapat mirip dengan halaman lain di Web, kekuasaan berasal dari kemampuan yang dibangun ke teknologi bagi masyarakat untuk secara terbuka menanggapi ide-ide dan peristiwa dibuat dikenal di postingan, dan untuk terlibat dalam beberapa dialog untuk mungkin pengaruh beberapa hasil. Dalam arena seksualitas, ini dapat memiliki beberapa kegunaan-dalam advokasi politik dan membangun komunitas pendidikan dan konseling ing stimulasi erotis. The blogsites berikut menggambarkan ini menggunakan secara pribadi dan sosial memberdayakan yang memiliki potensi untuk memberikan "tidak signifikan" input ke sistem yang kacau yang terdiri seksualitas internet dengan mungkin yang "sensitivitas ekstrim untuk kondisi awal" yang mendorong sikap seksual dan prilaku IOR secara online dan dari fl ine untuk hasil yang berbeda di berbagai tingkatan seperti disebutkan sebelumnya sehubungan dengan efek kupu-kupu. Efek ini memiliki potensi yang akan dipicu oleh kedua ahli dan masyarakat awam terdidik yang memiliki kepentingan khusus.

KESIMPULAN
Konten-konten seksual yang ada di internet terus bertambah dan berkembang.Semakin berkembangnya teknologi juga membuat kita semakin mudah dalam mengakses konten-konten porno yang tersedia di internet.Karena itu, perlu pengawasan ketat bagi anak-anak dibawah umur dalam menggunakan gadget dan atau internet agar mereka tidak menjadi kecanduan dengan konten-konten tersbut.Orangtua perlu membatasi akses anak ke internet juga mengawasi mereka ketika mengakses internet. Pengertian serta pendidikan seks  juga akan sangat baik diberikan kepada anak agar mereka mengerti dan tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

PSIKOLOGI DAN INTERNET Di edit oleh Jayne Gackenbach

Nama : Maesyaroh (16514297)
           Muhammad Dhumma (17514156)
           Siti Nurjanah (1A514381)
Kelas  : 2PA09
SELF ONLINE: KEPERIBADIAN DAN DEMOGRAFI IMPLIKASI
(Jayne Gackenbach dan Heather von Stackelberg)

PENGANTAR
Seperti semua teknologi komunikasi lainnya, munculnya internet telah merubah budaya kita, juga memiliki pengaruh yang kuat tentang bagaimana kita berhubungan dengan diri kita sendiri serta satu sama lain. Identitas merupakan bagian dari konteks yang lebih luas, termasuk jenis kelamin, ras, atau warisan etnis, dan status social ekonomi.Seperti semua teknologi komunikasi baru, internet awalnya didominasi oleh mereka yang berkuasa.

CARA BARU BERPIKIR TENTANG IDENTITAS
Para psikolog percaya bahwa kita memiliki identitas yang terdiri dari aspek yang berbeda, tergantung pada sejarah psikologis dan biologis kita dan situasi kita saat ini.Meskipun kita tidak "memisahkan diri" bagian dari kepribadian kita dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya di Dissociative Identity Disorder, kita sering menggeser yang "di atas panggung" (peran yang sedang kita mainkan) tergantung pada situasi.
Dengan internet secara online kita dapat berkomunikasi dengan orang yang mungkin tidak pernah memiliki kesempatan untuk bertemu langsung, seperti anggota keluarga yang jauh.Internet juga dapat memungkinkan seorang pria gay muda untuk mengeksplorasi identitas gay dan menjadi nyaman dengan identitas “anonym-nya”.Selain itu, Internet juga memungkinkan seseorangmengakses dengan mudah ke berbagai situs yang potensial membuat kecanduan, termasuk pornografi dan fantasi role-playing.Internet juga menawarkan panggung yang luas dan akses mudah ke korban bagi mereka yang terlibat dalam perilaku predator.
Bahkan ketika perilaku online seseorang tidak menyebabkan kerugian langsung bagi diri mereka atau orang lain, jika orang yang diproyeksikan secara online secara radikal berbeda dari kepribadiannya, dapat menyebabkan tekanan psikologis, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi untuk orang lain juga.Sebuah lelucon yang awalnya menyenangkan, seperti seorang wanita berpura-pura menjadi seorang pria secara online, lalu menjadi teman dekat dengan teman wanitanya, dapat melukai perasaan dan persahabatan yang pecah.Ini macam tindakan mempengaruhi tidak hanya inisiator.
One Self or Many: Eksplorasi Remaja
Remaja kadang-kadang mengeksplorasi identitas yang berbeda secara radikal sebagai cara untuk menegaskan kemerdekaan mereka, sering mengganggu orang tua mereka atau orang dewasa lainnya. Mereka mendorong batas sebagai cara untuk dapat meninggalkan kenyamanan. Rambut biru, hidung ditindik, dan makanan fetish -cara membuat tubuh menjadi unik. Budaya Goth, Skater, Grunge, dan Stoner memungkinkan anak-anak untuk mengeksplorasi diri yang berbeda. Namun, ketika anak-anak mencoba kepribadian yang berbeda di dunia offline, mereka merasa terbatas karena pilihan yang realistis. Beberapa dari ini adalah eksplorasi internet yang sehat (seperti vegetarian atau aktivisme politik) sementara yang lain dapat berbahaya (terlibat dalam kegiatan ilegal dengan teman sebaya).

Pengembangann Diri atau Disinhibition Online
Jika proses psikologis kita serupa secara online dan offline, kenapa kita mendengar begitu banyak cerita dari orang yang berbeda dengan dunia nyatanya atau kita melihat bayangnnya sangat berbeda dari diri mereka di dunia maya? Banyak orang menemukandiri mereka sendiri bertindak dengan cara-cara tidak seperti biasanya secara online, fenomena ini yang disebutdisinhibition (rasa malu).Disinhibition didefinisikan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk mengontrol perilaku impulsif, pikiran, atau perasaan, dan memanifestasikannya secara online.
Dalam analisis rinci dari efek disinhibition, Suler menyoroti enam alasan mengapa orang memperpanjang ekspresi emosional diri mereka saat online.
1.       Disosiatif Anonimitas
2.      Invisibility
3.      Asynchronicity
4.      Introyeksi solipsistik
5.      Imajinasi disosiatif
6.      Minimalisasi Status dan Kewenangan
Berbagai aspek dari diri kita sendiri dapat terungkap melalui interaksi di Internet.Turkle (1995) berpendapat bahwa latihan perilaku terpendam dapat menggeneralisasi dari dunia maya ke dunia nyata.

KEPRIBADIAN ONLINE
Kita adalah makhluk sosial dan kita berkembang pada perasaan terhubung dengan orang lain yang seperti kita. Dalam Yuen dan Lavin (2004) penelitian terbaru dari kerentanan mahasiswa 'ketergantungan internet, penulis menemukan bahwa siswa yang pemalu lebih cenderung menggunakan Internet secara kompulsif, "Internet menyediakan tempat yang aman di mana perasaan tidak nyaman sosial dikurangi" (hal. 382).Penulis mengakui bahwa perguruan tinggi dan universitas telah secara tidak sengaja meletakkan dasar bagi perilaku secara online yang tidak sehat.Para penulis mengusulkan bahwa "sebagai siswa masuk populasi perguruan tinggi perlu untuk mengatasi minum pesta, tanggal perkosaan, dan bahaya penggunaan internet kompulsif" (hal. 382).
Anak-anak dan remaja bukan satu-satunya orang yang rentan terhadap secara online / masalah identitas offline.Peneliti telah mengidentifikasi beberapa konstruksi kepribadian utama yang relative abadi bagi kebanyakan dari kita untuk beberapa derajat di seluruh rentang hidup kami.Disebut "Big 5," karakteristik kepribadian utama adalah introversi / ekstroversi, keramahan, hati nurani, kestabilan emosi, dan keterbukaan terhadap pengalaman (Larsen & Buss, 2005).

Introvert dan Ekstrovert Online
Studi paling kontroversial pada diri sebagai fungsi dari kehidupan online dilakukan oleh kraut el al., (1998) yang disebut dengan  “Internet Paradox Study”. Dalam sebuah studi tindak lanjutnya, Kraut et al. (2002) menemukan efek positif untuk komunikasi, keterlibatan sosial, dan kesejahteraan psikologis, tergantung pada tipe kepribadian. Mereka menemukan bahwa sejalan dengan kepribadian mereka, ekstrovert meningkatkan kontak sosial mereka dengan online, sementara introvert yang menggunakan internet secara ekstensif menurunkan kontak sosial. Hasil yang sama ditemukan dengan kesepian; ekstrovert menjadi kurang kesepian dengan penggunaan internet yang luas dan introvert menjadi kesepian.
Engelberg dan Sjoberg (2004) menemukan bahwa "penggunaan internet terkait dengan kesepian dan kepatuhan terhadap nilai-nilai istimewa (efek yang kuat), dan juga untuk keseimbangan miskin antara kerja dan liburan dan ligence intel- emosional (efek lemah)" (hal.41 ). Namun, mereka tidak menemukan hubungannya dengan karakteristik kepribadian Big 5.
Tipe Kepribadian Lain Secara Online
Morgan dan Cotton (2003) menemukan depressiveness yang dikaitkan dengan penggunaan internet.Secara khusus, mereka menemukan bahwa e-mail, chatting, dan pesan instan yang berhubungan dengan penurunan gejala-gejala depresi saat berbelanja, bermain game, atau mencari informasi yang berhubungan dengan peningkatan gejala depresi. Perbedaan mendasar antara setiap kegiatan adalah mengobrol yang melibatkan orang lain, sedangkan kegiatan yang soliter tampaknya meningkatkan isolasi dan suasana hati sehingga lebih rendah. Penelitian juga menunjukkan bahwa keterbukaan emosional jelas di chat room dapat menjadi terapi karena kita merasa mampu mengekspresikan diri dan dipahami.
Dalam sebuah studi yang menarik pada empati, peneliti berhipotesis dan menemukan bahwa mereka yang tinggi di empati lebih mampu mengalami rasa realitas di dunia maya (Nicovich et al., 2005). Ini berbeda sebagai fungsi gender, dengan laki-laki empatik menggunakan interaksi dunia maya menjadi semakin terlibat sementara wanita empatik hanya menonton lingkungan untuk efek yang sama. Dengan ini, pria membutuhkan keterlibatan yang lebih langsung untuk mengalami kehadiran empati daripada wanita.

DIRI SEBAGAI DEMOGRAFIS ONLINE
Psikologi perkembangan telah menunjukkan kepada kita bahwa salah satu unsur yang paling awal dalam pembangunan rasa diri kita adalah gender.Yang juga penting dalam mengembangkan diri adalah elemen dari usia, ras, budaya, dan status sosial ekonomi.Pada tahun 1998, Morahan-Martin mencatat:Ada kesenjangan gender dalam penggunaan Internet. Telepon awalnya provinsi pengusaha putih, tapi Sebuah laporan oleh Williamson di eMarketer (Mei 2005) menunjukkan bahwa pada tahun 2004, perempuan telah menjadi mayoritas pengguna internet dan tren yang diperkirakan akan terus berlanjut. Perempuan juga telah menggunakan internet untuk game online, konten kesehatan, dan musik, tetapi semakin beralih untuk belanja online.
Gender dan Pengguna Internet
Sebagai gunung penelitian isu-isu gender dalam penggunaan internet, beberapa tren telah diidentifikasi. Ono dan Zavodny (2003) meninjau beberapa survei dari perbedaan gender dalam penggunaan internet dari tahun 1997 sampai 2000.Mereka menemukan bahwa pada saat melakukan trolling perbedaan sosial ekonomi, "perempuan secara signifikan lebih mungkin dibandingkan pria untuk menggunakan Internet sama sekali dalam pertengahan 1990, tapi ini kesenjangan gender dalam yang secara online menghilang pada tahun 2000.Namun, setelah online, perempuan tetap pengguna yang kurang sering dan kurang intens dari Internet "(hal. 111). Sejak laporan ini, orang lain terus mencatat konsisten, jika kecil, perbedaan dalam penggunaan jenis kelamin Internet di seluruh dunia (Cole et al, 2003;.Lebo & Wolpert, 2004).Selain itu, perbedaan gender dalam jenis penggunaan telah dilaporkan oleh beberapa kelompok termasuk kelompok Pew (Rainie & Kohot, 2000).
Gender dan Game Play
Penelitian telah menunjukkan bahwa bermain video game adalah prediktor kuat dari penggunaan computer dan Internet (Morahan-Martin, 1998). Selanjutnya, bermain game tersebut telah semakin telah bergerak secara online. Meunier (1996) menunjukkan bahwa laki-laki cenderung lebih tertarik pada komputer daripada perempuan, tetapi membuat beberapa pernyataan jelas bahwa fenomena ini berasal dari sosialisasi baik di dalam maupun di luar sekolah dan preferensi bermain yang berbeda dalam video game.

Pengaruh Umur, Etnis, Budaya, dan Kemiskinan
Seperti disebutkan sebelumnya, ketika usia dan jenis kelamin dikontrol untuk, kepribadian tampaknya membuat sedikit perbedaan dalam menentukan penggunaan Internet. Hal ini karena diri juga diberitahu oleh usia seseorang, etnis, budaya, dan status sosial ekonomi. Dalam bagian ini, kita mempertimbangkan variabel-variabel ini dalam hal penggunaan internet. Bab dalam buku ini dengan Varnhagen pada anak-anak dan Internet meliputi komponen penting dari bagaimana usia memengaruhi keterlibatan masyarakat dari Internet dengan diri. Di sini, kita pertama-tama mengambil singkat melihat orang tua dan Internet.
Permulaan
Segmen populasi setidaknya diwakili kalangan pengguna internet adalah orang tua.Mereka hanya mewakili 18% dari rumah tangga dengan akses internet, menurut Sensus AS 2000 (Newburger, 2001).Pada tahun 2003, laporan UCLA (Cole et al., 2003) mengatakan bahwa 65 + kelompok memiliki 34% pengguna.Mereka mencatat bahwa "Dalam perbandingan pengguna Internet, kami menemukan bahwa pengguna high-sosial menghabiskan lebih banyak waktu online dan melaporkan lebih banyak masalah kesehatan fisik dan mental "(hal. 35).
Kedudukan Sosial Ekonomi dan Budaya
Norris, dalam bukunya The Digital Divide (2000), menunjukkan bahwa daerah di dunia dengan lebih banyak uang adalah daerah dengan penggunaan internet yang lebih. Selain perbedaan keuangan, juga perbedaan budaya umum. Psikolog menunjukkan bahwa budaya dunia dapat dikonseptualisasikan sepanjang dimensi kolektivisme vs individualisme (Larsen & Buss, 2005). Beberapa menekankan hak individu sementara yang lain menekankan tanggung jawab kelompok. Budaya barat, industri, dan tersambung ke Internet, pada umumnya, cenderung kaya dan individualistik sementara Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika budaya, yang memiliki persentase yang jauh lebih rendah dari koneksi internet, cenderung kolektivis. Budaya individualis yang paling ekstrim adalah Amerika Serikat, dengan salah satu tingkat tertinggi koneksi internet.
Etnis
Coley menemukan bahwa sekolah miskin dan minoritas memiliki akses yang lebih sedikit.Selain merugikan ekonomi sering dialami oleh non kulit putih dan mendapatkan akses ke teknologi komunikasi.Karena itu tidak diatur, internet memberikan kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk distribusi pornografi dan teks rasis. Hal tersebut bisa menyebabkan orang menghindari atau berfikir sebelum ia mengungkapkan latar belakang etnisnya, dengan cara ini internet mungkin dapat memberikan kesempatan bagi orang kulit hitam dan minoritas lainnya untuk menegaskan kembali hak-hak mereka di masyarakat barat.

PERAN SOSIAL DAN KETIDAKSETARAAN ONLINE
Sebagai masyarakat, kita mulai merasa bahwa kita harus tahu bagaimana menggunakan Teknologi-teknologi. Dalam iklim ini, kelompok tradisional yang kurang beruntung (seperti perempuan, kaum minoritas, dan orang miskin) memiliki kesulitan dalam teknologi baru yang telah dikembangkan untuk dan masih dikendalikan oleh jenis kelamin, kelompok, ras, dan sosial kelas yang secara tradisional menguasai segala sesuatu yang lain.
Namun, ada sebuah paradoks.Tanah virtual kebebasan berbicara dan kebebasan pribadi telah membatasi akses.Internet adalah tekhnologi rasial, seksual, kode ekonomis yang dapat membuktikan menakutkan bagi banyak anggota masyarakat pada umumnya.Akses ke teknologi untuk orang-orang ini membutuhkan investasi psychoemotional berat yang beberapa orang mungkin tidak mampu membayar. Hadiah untuk mereka yang berhasil mendorong melewati pintu istimewa dan prasangka adalah akses pada kekuatantertentu untuk mengubah lingkungan mereka sendiri

PSIKOLOGI DAN INTERNET Di edit oleh Jayne Gackenbach

Nama : Maesyaroh (16514297)
           Muhammad Dhumma (17514156)
           Siti Nurjanah (1A514381)
Kelas  : 2PA09


ANAK-ANAK DAN INTERNET
(Connie K. Varnhagen)

PENGANTAR
Internet adalah lingkungan virtual yang luas. Anak-anak dapat mengakses berbagai
informas
i. Mereka dapat berkomunikasidengan orang lain dari seluruh dunia, dapat mendengarkan musik dari seluruh dunia,menonton, dan bermain game yang mengujiketerampilan dan koordinasi mereka. Tapi anak-anak juga dapat mengakses pornografi, kebencian, dan terorisme.Selain itu, anak-anak rentan terhadap ajakan seksual,predasi, cyberbullyingdan pelecehan. Bagaimana kita membantu mereka dalam mengakses internet pada saat yang sama, melindungi mereka darisisi gelap dari Internet?

APA YANG ANAK LAKUKAN KETIKA MENGAKSES INTERNET?
Anak-anak terutama mengakses internet melalui World Wide Web. Anak-anak
menggunakan Web untuk mengakses informasi melalui pencarian dan browsing situs Web
yang disukai; berkomunikasi menggunakan e-mail, instant messaging, dan diskusi;
mengaskses musik, video, dan permainan komputer (Environics Research Group, 2001;
Rideout dkk., 2003; Roberts et al., 2005). Anak-anak kecil mungkin juga memiliki account e
-mailuntuk berkomunikasidengan anggota keluarga. Anak-anak juga menggunakan pesan instan untuk berkomunikasi denganteman, sering secara paralel dengan bermain game komputer atau melakukan pekerjaan rumah (Shiu& Lenhart, 2004). Anak-anak paling sering berselancar di Web untuk game dan musik tapi merekajuga mencari informasi untuk tugas sekolah dan kepentingan pribadi (EnvironicsKelompok riset, 2001; Lenhart et al., 2001).
Sumber internet khusus anak menjadi semakinpopulerdiantaraorang tuadanpendidik, dan dipasarkan sebagaisarana akses internet untuk anak-anak dengan aman dan nyaman. Sebagai contoh, meskipunbanyakanak-anak menggunakanHotmail(http://hotmail.com) atauYahoo(http://mail.yahoo.com) yangtersediauntuk semua orang, pelayanan e-mail khusus anak sepertiKidmail(http://kidmail.net) danSurfBuddis(http://www.surfbuddies.com) memberikanbebas spam, e-mail yang amanserta biaya yang sedikit. Sumber daya inimemungkinkan orang tua untukmembatasikontake-mail anak-anakdanprogramsecara otomatismenyaringkonten yangdipertanyakandan spam.
Akhirnya, akses internet anak-anak dapat dikontrol melalui penggunaan penyaringan
program, seperti Net Nanny (http://netnanny.com) atau Cyber
​​Sitter(http://www.cybersitter.com),dan browser untuk anak-anak, seperti zExplorer (http://www.zxplorer.com). Program-program komersial membatasi akses anak-anak ke Internet,penyaringan spam, iklan, dan konten ditentukan yang  pantas untuk anak-anak.
Karena sulit untuk mendefinisikan manakah spam dan konten yang tidak pantas, program initentu memberikan akses yang sangat terbatas ke Internet.

KEKHAWATIRAN
Secara historis, orang tua, guru, pembuat kebijakan, dan pers telah peduli
tentang efek samping dari media pada anak-anak (Gackenbach & Ellerman,1998; Paik, 2001;Wartella & Jennings,2000).Film,radio,dantelevisi dilihat sebagaipotensi
yang berbahayabagi perkembangan anak. Komputer dinilai merampas peluang anak-anak  dalam perkembangan sosial dan fisiknya.Kritikus memperingatkan bahwa kegiatan kontak sosial danfisik tergeser olehwaktu yang dihabiskan di depan komputer sama dengan kekhawatiran yang muncul ketika televisi ada di ruang tamu.Karena internet dapat diakses secara bebas, kritikus juga prihatin tentang anak-anaksedang terkena masalah yangtidak bisa mereka pahami atau atasi, seperti pornografidan kebencian. Akhirnya, mengingat anonimitas internet, kritikus sekarang menjadisemakin khawatir tentang anak-anak menjadi korban predator seksual
dan cyber-
bullies.

PERKEMBANGAN SOSIAL
Anak-anak mengembangkanrasasiapakah mereka danbagaimana merekamasuk ke dalam keluargamereka,sekolah, dan masyarakat. Merekabelajar untukmengevaluasisecara kritis karakteristik yang mendefinisikandiri mereka sendiri danmereka belajaruntuk mengendalikanperilaku merekauntuk beradaptasi denganmasyarakat,normadan nilai-nilai. Aspek-aspekperkembangan sosialdibutuhkananak-anak untukberinteraksidengan orang lain, untukmembedakan diridari orang lain, membandingkan karakteristikdiri denganorang-orang, dan mengembangkankontrol diri.
Secara bersama-sama para peneliti mengakui peringatan yang diungkapkan oleh Greenfield (2004a), penelitian tentang perkembangan sosial dan internet yang dilakukan sampai saat ini menunjukan bahwa, daripada menjadikan anak-anak terisolasi secara sosial, internet dapat menjadi lingkungan yang positif untuk perkembangan sosial. Anak-anak melanjutkan hubungan tatap muka meraka ketika mereka terpisah, dapat dilakukan dengan banyakcara contohnya seperti berhubungan lewat telepon. Memang, teknologi internet memberikan anak-anak kesempatan lebih untuk berinteraksi sosial yang salah satunya bisa dilakukan dengan telepon.Anak bisa berkomunikasi bersamaan dalam jumlah yang besar melalui email, chatting, dan instant massaging.Anak yang merasa terisolasi secara sosial dalam hal tatap muka, merasa depresi, dan/atau kurang percayadiri untuk berkomunikasi di lingkungan sosial.Selanjutnya, anak-anak dapat “mencoba” indetitas pribadi yang berbeda, mendiskusikan masalah pribadi, dan memperoleh informasi pribadi yang relevan tanpa merasa malu.

UNWANTED EXPOSURE TO PORNOGRAPHY AND HATE
Sangat sedikit penelitianyang telah dilakukan mengenai efekpadaanak-anakdaripornografi
dan situskebenciandi Internet. Pornografiadalah
sesuatu lazimdi Internet;gambar-gambar pornoyang tersedia dijutaan situswebdan melaluiratusan ribusumberInternet. Sementaramateri pornografiumumnyacukup jelasdanmudahdisepakati, kebencianlebihberbahaya; kebencianini sulituntukditemukan dandidefinisikan.
Selain internet anak-anak juga dapat mengakses atau melihat pornografi melalui music video, film, majalah dan televisi. Hate (kebencian), mungkin karena sangat berbahaya, hal ini sulit untuk dipahami dan diselidiki. Dalam sebuah penelitian seperempat dari situs ekstrimistis mengaku bahwa kelompok mereka tidak mendukung kebencian atau rasisme.Dan lebih dari 80% mengklaim mereka menentang kekerasan. Banyak dari situs ini memiliki hal yang bertentangan dengan yang mereka ungkapkan, seperti menyangkal rasisme tetapi berseru bahwa Whites sebagai “satu-satunya” ras. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan di kalangan anak-anak.

PREDASI DAN BULLYING
Laporan beritadarianak-anak yangterpikat dengan mobiltampaknya akandiganti
oleh laporandarianak-anak yangterpikat
akan Internet. Demikian pula, intimidasiyang sering terjadi di sekolahtampaknya akan bergerakkeInternet. Sama sepertihalnya orang tuayang khawatiranak-anak merekamulaimenjelajahlebih jauh darirumah,mereka sekarangmenjadikhawatir karenaanak-anak merekamenjelajahlebih jauh danlebih lanjut keInternet.
Baru-baru ini, aparat penegak hukum telah mulai penyamaran sebagai anak-anak di internet
untuk memerangi kejahatan seksual.
Dalam kurun waktu 2000-2001 untuk kejahatan seks yang melibatkan Internet terhadap anak-anak ditemukan 508 kasus di mana predator menggunakan Internet untukmemikat anak dan berlanjut menjadi 644 kasus.Mitchell(2005) menyelidiki sampel dari penangkapan ini dan menemukan banyak yang mengaku bersalah dan berhasildituntut. Mitchell et al. (2005)menyimpulkan bahwa internet telah meningkatkan kemampuan lembaga penegak hukumuntuk mendeteksi dan mencegah kejahatan terhadap anak-anak .
Karena sifat anonym yang berlaku di internet, pelecehan yang dilakukan melalui internet dapat menyebabkan gangguan psikologis pada anak.Menurut sebuah penelitian sejumlah anak yang dilaporkan menjadi korban pelecehan internet juga dilaporkan sebagai pelaku pelecehan.Dari penelitian tersebut mengindikasikan bahwa mereka telah membuat komentar kasar atau komentar jahat untuk mempermalukan atau melecehkan seseorang. Ybarra dan Mitchell (2004a) menemukan bahwa dengan banyaknya pelecehan melaluiinternet mungkin menjadi kelanjutan dari adanya bullying di sekolah, tetapi ada beberapa juga yang muncul untuk melecehkan oranglain hanya di internet. Mereka berpedapat bahwa anonimitas diinternet memungkinkan anak-anak lebi agresif daripada diri mereka di dunia nyata.

MENJADI “INTERNET-WISE”
Tiga pendekatan telah digunakan untuk melindungi anak-anak dari efek merugikan dari pengunaan internet. Satu pendekatanadalah untuk mengatur materi apa yang dapat dibagikan atau disalurkan di internet. The Child Online Protection Act (COPA) yang disahkan oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 1998, melarang penyedia layanan internet komersial membagikan konten yang diarang untuk anak dibawah umur. Pendekatan lain untuk melindungi anak-anak dari bahaya internet yaitu pengembangan perangkat lunak untuk menyaring atau memblokir akses internet anak-anak yang mengarah ke sumber yang tidak sesuai. Kedua pendekatan ini sama-sama muncul untuk melindungi atau mencegah anak-anak mengakses konten yang dilarang.Yang ketiga, dan kemungkinan yang paling sukses adalah pendekatan yang mengajarkan anak-anak untuk kritis menilai sendiri.Kemampuan berpikir kritis mendasari hampir semua pengambian keputusan dan perlu diajarkan, dimulai dari membuat pilihan makanan yang sehat, membuat keputusan yang tepat mengenai perilaku seks, dan banyak mengumpulkan informasi.


Jumat, 05 Juni 2015

Tunjukan Bakatmu!!

Pertama kali tugas untuk menampilkan bakat yang muncul dalam pikiran adalah "Bakat?" "Nampilin bakat?" "Bakatku apa?". hmmmm itulah BINGUNG karena ga tau bakat diri sendiri apa. Selalu mengagumi bakat orang lain tapi tidak mengenali bakat diri sendiri apa. #deritaanakmalang wkwk

Setiap hari nanya "Bakat aku apa ya?" dan orang yang ditanya cuma mengangkat bahu atau bilang "aku aja ga tau bakatku apa." -_-# benarbenarmalang. makin sini makin bingung sampai akhirnya bu dosen tercinta memberi pencerahan #aaaakmakasihbuu :*

Beliau bilang "kalian tampilin bakat kalian mau puisi, mau story telling, masak, origami, fotography, dsb" hiks akhirnya karena tak punya bakat khusus yang bisa dibanggakan aku memilih PUISI walau tak tau nanti didepan bacanya gelagapan atau engga. Tapi ada satu puisi islami yang benar benar melekat dihati karena sangat menyentuh. :')

hmmm sekian dulu curhatan hati seorang siti hari ini
do'akan supaya nanti ketika baca puisinya lancar yaa... ^.^

Jumat, 24 April 2015

Bakat? Apakah kamu punya bakat? Apa aku punya bakat?

Punya? Pasti! Setiap orang dilahirkan dengan kemampuan kemampuan khusus dalam dirinya. Tergantung pada bagaimana seseorang itu mengetahui,melatih dan mengembangkan bakatnya.
Apa bakatku?

Jujur aku sendiri tidak tahu bakat yang ada dalam diriku ini apa. Music? Aku tidak bisa bermain music. Tapi aku suka sekali mendengarkan berbagai macam genre music. Menggambar? Oh ayolahhh aku benar benar tidak kreatif dalam hal itu. Olahraga? Apalagi ini -_- my body is weak.
Aku selalu berpikir apa bakatku? Apa bakat khusus yang dimiliki olehku?

Ketika orang lain mempunyai bakat acting, menyanyi, bermain alat music, melukis, bela diri dan lain-lain. Aku? I don’t know. Selama 19 tahun ini aku hidup, aku tidak tahu bakatku apa. Tapi, yang aku yakini yaitu aku mempunyai hal yang lebih dalam bidang akademik. Sombong? Tapi memang itu yang aku rasakan.hehe karena dalam bidang nonakademik I’m so…..

Mungkin aku punya ketertarikan dibidang lain yaitu menulis, dulu aku pernah menulis beberapa cerpen tapi sekarang sudah tidak dilanjutkan. Kesukaanku sekarang adalah mengoleksi buku *novel* dan menonton film *ga penting sebenernya*. Masak? NO! I cant! -_- tapi… kalau mebuat kue aku suka! :D

Kalau dibilang punya sosok pemimpin mungkin iya, karena aku sering sekali ditunjuk menjadi ketua kelompok atau tanpa ada perintah tiba-tiba menjadi ketua kelompok. Mungkin aku memiliki jiwa kepemimpinan lebih dari yang lain. Aku senang sekali dengan hal-hal yang mengharuskan aku mengemban tugas organisasi. Aku suka organisasi *dimulai ketika mengikuti keanggotaan OSIS sewaktu SMP*

Dari SD sampai SMP aku sangat percaya diri dalam akademik, dipercaya untuk mewakili sekolah mengikuti olimpiade bidang matematika. Mungkin itu bakatku. Tapi ketika SMA prestasi dibidang akademikku sangatlah menurun, tapi aku biasa saja karena aku menyukai kegiatan lainku di organisasi.

Aku suka berinteraksi dengan banyak teman, mempelajari yang tidak aku dapat dalam kelas, and I’m happy!

Jadi? Apa bakatku? Karena yang aku tahu bakat itu sesuatu yang menghasilkan sebuah prestasi, mungkin aku akan mengatakan aku suka berhitung *matematika bukan fisika atau kimia* karena semasa SD dan SMP aku mendapatkan prestasi dalam bidang itu.

Hmmmm aku yakin setiap orang mempunyai kelebihan mereka masing-masing tergantung mereka melatihnya atau tidak :D see you next time!~



Rabu, 15 April 2015

PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN

Nama : Siti Nurjanah
NPM : 1A514381
Kelas : 1PA09

Hai hai hai!!!!
Bertemu lagi dengan saya Siti Nurjanah dalam postingan kali ini mengenai "Apakah perbedaan Bakat dan Kreativitas?"

Sebelum kita menjelaskan apa bedanya bakat dan kreativitas, kita harus tahu terlebih dahulu pengertian dari bakat dan kreativitas itu sendiri. Dalam postingan sebelumnya saya telah membahas apa itu bakat. Apa itu Bakat?

Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Bakat merupakan kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Bakat tidaklah diturunkan semata, tetapi merupakan interaksi dari faktor keturuan dan faktor lingkungan, artinya dibawa sejak lahir berupa potensi dan berkembang melalui proses belajar, dan memiliki ciri khusus.

Nah, sudah tahu kan bakat itu apa? sekarang mari kita bahas apa itu kreativitas.
Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru dan asli, yang sebelumnya belum dikenal ataupun memecahkan masalah baru yang dihadapi. Apakah hasil kreativitas itu menunjukkan hal yang baru? Beberapa ahli berpendapat bahwa kreativitas itu tidak harus seluruhnya baru, tetapi dapat pula sebagai gabungan yang sudah ada dipadukan sesuatu yang baru.

Kriteria Kreativitas
Berdasarkan pendapat para ahli psikologi, (Danny and Davis, 1982) mengemukakan sejumlah aspek yang berbeda termasuk dalam kriteria kreativitas, yaitu :
  • Sensitivity to problems, artinya kreativitas dilihat dari kepekaan terhadap masalah yang muncul.
  • Originality, artinya pemecahan masalah dengan cara baru, bukan meniru pemecahan masalah yang lain.
  • Ingenuity, artinya adanya kecerdikan dalam pemecahan masalah.
  • Breadth, artinya ketepatan dalam pemecahan masalah.
  • Recognity by peers, artinya ada pengakuan dari kelompok tentang penemuannya.

Salah satu hal yang penting dalam kreativitas adalah kemampuan berpikir yang menyebar (divergent thinking) sebagai lawan dari berpikir yang menyatu (convergent thinking). Dalam struktur intelek kedua hal itu memainkan peranan yang sangat penting. Dalam convergent thinking ada jawaban yang benar dan tepat, sedang pada divergent thinking dirincikan dengan menghasilkan berbagai bermacam-macam alternatif pemecahan yang luas, yang masing-masing merupakan kemungkinan yang masuk akal. Para pemikir yang menyebar tidak terikat harapan-harapan, tidak menghendaki jawaban yang benar, melainkan menghendaki cara berpikir yang spontan dan bebas, seperti dalam melamun dan asosiasi bebas, yang menghasilkan berbagai pemecahan masalah atau penemuan. Asosiasi bebas yang digunakan dalam pemecahan masalah secara kelompok disebut Brainstorming.

Berdasarkan Pengertian diatas, Bakat dan Kreativitas jelaslah berbeda. Bakat adalah kemampuan bawaan yang perlu dilatih agar terwujud, sedangkan Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru dan asli yang belum dikenal sebelumnya.

Oke demikian pembahasan kali ini! ^.^
Selamat bertemu kembali di postingan selanjutnya!