Selasa, 21 November 2017

Jenis-Jenis DEPRESI

Jenis-jenis depresi dapat digolongkan kedalam beberapa jenis. Jenis depresi diklasifikasikan berdasarkan penyebab depresi. Penggolongan atau klasifikasi depresi hingga saat ini diakui masih sukar diterima kalangan psikiater. Depresi dikenal sebagai sindroma yang secara klinik heterogen, dalam arti tidak terdapat satu cara kasifikasi untuk penggolongan depresi yang diterima secara universal.
Menurut Lumongga (2009) ada beberapa jenis-jenis depresi, seperti yang akan di jelaskan di bawah ini.
Depresi Berdasarkan Tingkat Penyakit
Menurut klasifikasi organisasi kesehatan dunia “World Health Organization” (WHO) (dalam Lumongga, 2009), berdasarkan tingkat penyakitnya, depresi menjadi: 
  1. Mild depression/minor depression dan dysthymic disorder. Pada depresi ringan, mood yang rendah datang dan pergi dan penyakit datang setelah kejadian stressfull yang spesifik. Individu akan merasa cemas dan juga tidak bersemangat. Perubahan gaya hidup biasanya dibutuhkan untuk mengurangi depersi jenis ini. Minor depression ditandai dengan adanya dua gejala pada depressive episode namun tidak lebih dari lima gejala depresi muncul selama dua minggu berturut-turut, dan gejala itu bukan karena pengaruh obatan-obatan atau penyakit. Bentuk depresi yang kurang parah disebut distimia (Dystymic disorder). Depresi ini menimbulkan gangguan Minor Depression ringan dalam jangka waktu yang lama sehingga seseorang tidak dapat bekerja optimal. Gejala depresi ringan ada gangguan distimia dirasakan minimal dalam jangka waktu dua tahun.
  2. Moderate Depression. Pada depresi sedang mood yang rendah berlangsung terus dan individu mengalami simtom fisik juga walaupun berbeda-beda tiap individu. Perubahan gaya hidup saja tidak cukup dan bantuan diperlukan untuk mengatasinya.
  3. Severe depression/major depression. Depresi berat adalah penyakit yang tingkat depresinya parah. Individu akan mengalami gangguan dalam kemampuan untuk bekerja, tidur, makan, dan menikmati hal yang menyenangkan dan penting untuk mendapatkan bantuan medis secepat mungkin. Deperesi ini dapat muncul sekali atau dua kali dan beberapa kali selama hdup. Major depression ditandai dengan adanya lima atau lebih simtom yang ditunjukan dalam major depressive episode dan berlangsung selama 2 minggu berturut-turut.
Depresi Berdasarkan Klasifikasi Nosologi
Kasifiasi nosologi dari keadaan depresi telah terbukti bernilai dalam praktik klinik dan telah dibakukan oleh World Health Organization (WHO). Menentukan suatu kasus depresi pada kategori nosologi yang tepat merupakan hal yang penting. Untuk mencapai hal itu diperlukan penilaian yang menyeluruh dari semua fakta yang diperoleh dari eksplorasi keadaan psikologisnya. Dan tidak kurang pentingnya adalah yang disebut miieu situation seperti hubungan penderita dengan lingkungan di mana dia tinggal dan ekerja (Lumongga, 2009).
Jenis-jenis depresi menurut World Health Organization (WHO) (dalam Lumongga, 2009), berdasarkan tingkat penyakitnya, dibagi menjadi depresi psikogenik, depresi endogenik dan depresi somatogenik.
Jenis-jenis depresi menurut WHO berdasarkan tingkat penyakit adalah di bawah ini:
Depresi Psikogenik
Depresi psikogenik terjadi karena pengaruh psikologis individu. Biasanya terjadi akibat adanya kejadian yang dapat membuat seseorang sedih atau stress berat.
Berdasarkan pada gejala dan tanda-tanda, terbagi menjadi: 
  1. Depresi reaktif. Merupakan istilah yang digunakan untuk gangguan mood depresi yang ditandai oleh apati dan retardasi atau oleh kecemasan dan agtasi. Dan yang ditimbukan sebagai reaksi dari suatu pengalaman hidup yang menyedihkan. Dibandingan dengan kesedihan biasa, depresi ini lebih mendalam berlangsung lama tetapi jarang melampaui beberapa minggu.
  2. Exhaustion depression. Merupakan depresi yang ditimbulkan setelah bertahun-bertahun masa laten, akibat tekanan perasaan yang berlarutlarut, goncangan jiwa yang berturut atau pengalaman berulang yang menyakitkan.
  3. Depresi neurotic. Asal mulanya adalah konflik-konflik psikologis masa anak-anak (seperti keadaan perpisahan dengan ibu pada masa bayi, hubungan orang tua anak yang tidak menyenangkan) yang selama ini disimpan dan membekas dalam jiwa penderita. Proses represi baik yang sebagian maupun yang seluruhnya dari konfik-konflik tadi merupakan sumber kesulitan yang menetap dan potensial bagi timbulnya depresi di kemudian hari. Jauh sebelum timbulnya depresi sudah tampak adanya gejala-gejala kecemasan, tidak percaya diri, gagap, sering mimpi buruk, dan enuresis. Juga gejala jasmaniah seperti banyak berkeringat, gemetar, berdebar-debar, gangguan pencernaan seperti diare dan spasm
Depresi Endogenik
Depresi ini diturunkan, biasanya timbul tanpa didahului oleh masalah psikologis atau fisik tertentu, tetap bisa juga dicetuskan oleh trauma fisik maupun psikis, kebanyakan depresi endogen berupa suatu depresi unipolar.
Depresi Somatogenik
Pada depresi ini dianggap bahwa faktor-faktor jasmani berperan dalam timbulnya depresi, terbagi dalam beberapa tipe: 
  1. Depresi organic. Disebabkan oleh perubahan perubahan morfologi dari otak seperti arteriosklerosis serebri, demensia senelis, tumor otak, defisiensi mental, dan lain-lain. Gejala-gejalanya dapat berupa kekosongan emosional disertai ide-ide hipokondrik. Biasanya disertai dengan suatu psychosyndrome akibat kelainan lokal atau difusi di otak dengan gejala kerusakan short term memory, disorientasi waktu, tempat, dan situasi disertai tingkah laku eksplosif dan mudah terharu.
  2. Depresi simptomatik. Merupakan depresi akibat atau bersamaan dengan penyakit jasmaniah seperti Penyakit infeksi (hepatitis, influenza, pneumonia), Penyakit endokrin (diabetes mellitus, hipotiroid), Akibat tindakan pembedahan, Pengobatan jangka panjang dengan obat-obatan antihipertensi, Pada fase penghentian kecanduan narkotika, alkohol dan obat penenang.
Sumber : http://www.psychologymania.com/2012/08/jenis-jenis-depresi.html

Gangguan Skizofrenia

 Skizofrenia adalah penyakit atau gangguan mental yang ditandai dengan adanya gejala  halusinasi dan delusi, gangguan pikiran, perilaku dan motivasi. Penyebabnya Skizofernia belum diketahui secara jelas. Dalam beberapa kasus, Skizofrenia merupakan penyakit yang mudah kambuh dan bisa atau bisa menetap dalam jangka waktu yang cukup panjang. Akan tetapi sebagian orang hanya mengalami gangguan ini hanya sekali saja dalam jangka waktu beberapa minggu. Untuk mengatasi Skizofrenia ialah dengan cara memberikan  Perawatan termasuk obat-obatan medis dan dukungan sosial.

Definisi Dan Deskripsi Skizofrenia
Skizofrenia adalah suatu kondisi dimana kesehatan mental mengalami gangguan yang serius yang menyebabkan gangguan fikiran, keyakinan dan pengalaman. Orang yang memiliki gangguan ini kesulitan dalam membedakan antara realita dan mana yang hanya khayalan atau alam fikiran.
Gangguan Skizofrenia dapat terjadi pada pria dan wanita dan biasanya terjadi pada  1 dari 100 orang. Usia yang paling umum untuk itu pertama berkembang adalah antara usia 15-25 pada pria dan atara 25-35 sering terjadi pada wanita.

Penyebab Gangguan Skizofrenia
Secara pasti ganggua Skizofrenia masih belum diketahui secara jelas. Faktor genetik merupakan salah satu faktor yang disebut sebut menjadi penyebab terjadinya skizofrenia. Artinya jika salah satu dari orang tua pernah memiliki Gejala Skizofrenia, maka kemungkinan anak yang dimilikinya akan memiliki gangguan yang sama.
Selain faktor genetik, penyebab terjadinya skizofrenia adalah tekanan mental seperti stres. Stress yang diakibatkan karena tekanan masalah seperti masalah keuangan, hubungan keluarga, permasalahan sosial, dan kehilangan orang yang disayangi disebut sebut dapat memicu terjadi Skizofrenia.
Penyebab Skizofrenia juga dipicu oleh infeksi virus saat kemilan atau ketika seseorang memasuki usia dini. Selain itu kekurangan pada saat melahirkan juga menjadi penyebab Skzofrenia karena dapat merusak otak.
Penggunaan obat obatan terlarang seperti ganja, kokain dan obat obatan yang menimbulkan halusinasi juga menjadi penyebab terjadinya Skizofrenia. Orang yang kecanduan obat obatan terlarang 6 kali lebih berpotensi untuk memiliki gangguan Skizofrenia.

Gejala Gangguan Skizofrenia
Ada banyak gejala Pada Penderita Skizofrenia, salah satunya adalah halusinasi. Halusinasi adalah terjadinya persepsi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsang nyata terhadap indera. Orang yang berhalusinasi biasanya mendengar, melihat, merasakan dan mecium sesuatu yang tidak ada atau tidak nyata. Pada penderita Skizofrenia halusinansi yang timbul biasanya adanya komentar tentang tidakannya, mendegar suara yang terdengar kasar, dan sering berbicara sendiri sebagai tanggapan dari suara yang seakan akan dia dengar.
Gejala berikutnya dari Skizofrenia adalah tergangguanya fikiran. Orang yang menderita Skizofrenia cenderung berfikir tidak teratur. Misalnya antara alur pemikiran yang pertama dengan alur berikutnya tidak berhubungan atau tidak nyambung.
Delusi juga termasuk gejala dari adanya skizofrenia pada seseorang, diman seorang dengan skizofrenia kan memiliki keyakinan yang dipegang secara kuat namun tidak akurat.

Apakah Skizofrenia herediter?

Penelitian telah menunjukkan bahwa salah satu penyebab dari kondisi mental ini adalah sifat keturunan nya. Menurut National Institute of Mental Health (USA), 10% dari orang yang memiliki kerabat tingkat pertama yang terkena gangguan mental ini, orang tua atau saudara kandung yang mungkin untuk mengembangkan kondisi ini. Bahkan hal ini juga dapat diwariskan dari  bibi / paman, sepupu, atau nenek, yang juga berisiko yang lebih besar. Singkatnya, jika seseorang dalam keluarga dipengaruhi oleh gangguan mental ini, kemungkinan bahwa anggota keluarga dekat berada pada risiko yang lebih tinggi (hampir 10%) mengembangkan sama. Selain itu, mereka yang kembar identik memiliki 45% -60% kesempatan untuk mengalami penyakit mental ini. Juga, kerusakan gen yang terlibat dengan fungsi otak yang sehat juga cenderung mem[engaruhi gangguan ini.


Macam Macam Gangguan Skizofrenia

Melihat sejarah gangguan mental ini, ada 5 jenis yang dapat mempengaruhi individu dan yang telah dikategorikan oleh para ahli medis. Gangguan ini diidentifikasi sesuai dengan gejala yang menonjol dipamerkan di setiap jenis dan setiap orang yang terkena. Gejala dapat berubah dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa seseorang mengembangkan lebih dari satu jenis gangguan mental ini.

Skizofrenia paranoid

Ini adalah salah satu jenis skizofrenia, dimana orang yang terkena mengembangkan delusi dan halusinasi pendengaran. Mereka mulai percaya bahwa ada seseorang melawan mereka, atau orang-orang yang mengirim lebih dari pesan kepada mereka melalui televisi, radio, dll mereka merasa mereka sedang dimata-matai. Mereka juga dapat mendengar suara-suara yang mengomentari perilaku mereka, berbicara dengan mereka, dan memerintahkan mereka untuk melakukan hal-hal. Orang-orang ini dipengaruhi oleh jenis ini lebih fungsional dan umumnya tidak berbicara tentang gejala mereka.Skzofrenia semacam ini  dianggap paling dapat diobati dari semua jenis skzofrenia lainnya.

Skizofrenia tidak teratur

Gejala-gejala jenis ini termasuk perilaku anak-seperti, bicara tidak teratur, dan perilaku serta proses pemikiran yang tidak biasa. Mereka tidak dapat mengatur pikiran mereka dan menghubungkan mereka dalam urutan yang logis. Mereka telah cadel atau berbicara kacau yang membuat sulit untuk memahami apa yang mereka bicarakan. Mereka sering dipengaruhi oleh 'hambatan berpikir ', yang merupakan gejala dimana ia dapat tiba-tiba berhenti di tengah-tengah pikiran mereka.  Selain itu, mereka tidak bisa mengurus diri sendiri, kebersihan pribadi, dll Hal ini membuat mereka lebih gelisah dan frustrasi.

Skizofrenia katatonik

Ini adalah tipe skizofrenia dimana pebderitanya biasanya tidak terkoordinasi, canggung, dan memiliki perangai yang tidak biasa. Mereka mengalami gangguan gerakan. Selanjutnya, mereka cenderung untuk mengembangkan gerakan dendeng dan berulang-ulang melakukan gerakan-gerakan yang tidak biasa seperti mengepakkan tangan mereka atau meronta-ronta kaki mereka. Dalam beberapa kasus, mereka menjadi benar-benar bergerak. Mereka akan duduk, berdiri, atau tinggal di sebuah sikap aneh selama berjam-jam atau berhari-hari. Mereka benar-benar tidak dapat mengurus diri sendiri karena perilaku mereka. Kadang-kadang, orang tersebut mengulangi satu kata atau kalimat berulang-ulang. Ini adalah salah satu jenis yang langka.

Skizofrenia residual

Orang yang penderita skizofrenia jangka panjang mengembangkan sisa skizofrenia. Orang-orang yang terkena tidak menunjukkan gejala positif skizofrenia yang mencakup perilaku katatonik, halusinasi, delusi, bicara tidak teratur atau perilaku, dll Namun, mereka menunjukkan gejala seperti suara monoton, wajah kosong, kurangnya kesenangan atau kebahagiaan, ketidakmampuan untuk melakukan kegiatan yang direncanakan, kurangnya interaksi dengan orang lain. Orang-orang ini membutuhkan bantuan dengan kegiatan sehari-hari mereka karena mereka tidak bisa mengurus diri sendiri maupun dalam kebersihan dasar mereka.

Skizofrenia terdiferensiasi

Ini adalah jenis di mana orang yang terkena menunjukkan gejala yang tidak dapat dikategorikan. Ini berarti ada gejala yang berbeda yang menonjol dalam setiap jenis, tetapi tidak dapat dikelompokkan ke dalam salah satu dari jenis gangguan mental.

Pengobatan Dan Perawatan Skizofrenia

Pengobatan dan perawatan Skizofrenia meibatkan perawatan secara medis dan secara psikologis. Secara medis hal yang bisa diberikan ialah dengan memberi obat obatan antipsikotik. Obat antipsikotik bekerja dengan mengubah keseimbangan kimia otak beberapa (neurotransmitter). Pemberian obat antipsikotik biasanya berlangsung selama 2-4 minggu.

Untuk pengobatan secara psikologis ialah dengan menerapkan terapi prilaku kognifit. Hal ini dilakuakan untuk mengatasi permasalan yang berkaitan dengan mental. Terutama cara berfikir, perasaan dan perilaku.


Sumber :http://www.referensisehat.com/2015/03/Definisi-gejala-pernyabab-mengatasi--skizofrenia.html

Selasa, 17 Oktober 2017

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

SISTEM INFORMASI

SISTEM INFORMASI
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
1.      Pengertian Sistem Informasi (SI) Menurut Para Ahli
  • John F. Nash: Pengertian sistem informasi menurut John F. Nash adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atau transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
  • Henry Lucas: Pengertian sistem informasi menurut Henry Lucas adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, apabila dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.
  • Tyoso : Pengertian sistem informasi menurut Tyoso bahwa sistem informasi adalah sebagai  tipe khusus dari sistem kerja dimana manusia dan/mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/jasa bagi pelanggan. 
2.      Fungsi Sistem Informasi 
  • Untuk meningkatkan aksesiblitas data yang ada secara efektif dan efisien kepada pengguna, tanpa dengan prantara sistem informasi.
  • Memperbaiki produktivitas aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem
  • Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
  • Mengidentifikasi kebutuhan mengenai keterampilan pendukung sistem informasi
  • Mengantisipasi dan memahami akan konsekuensi ekonomi
  • Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi 
  • Mengembangkan proses perencanaan yang efektif  
3.      Komponen Sistem Informasi (SI)
komponen-komponen dari sistem informasi adalah sebagai berikut... 
1. Komponen input adalah data yang masuk ke dalam sistem informasi 
2. Komponen model adalah kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Komponen output adalah hasil informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem. 
4. Komponen teknologi adalah alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan dalam menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantau pengendalian sistem. 
5. Komponen basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan di dalam komputer dengan menggunakan software database.
6. Komponen kontrol adalah komponen yang mengendalikan gangguan terhadap sistem informasi.


4.      Ciri-Ciri Sistem Informasi 
a. Baru,adalah informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima 
b. Tambahan, adalah informasi dapat diperbaharui atau memberikan tambahan terhadap informasi yang sebelumnya telah ada. 
c. Kolektif, adalah informasi yang dapat menjadi suatu koreksi dari informasi yang salah sebelumnya.
d. Penegas, adalah informasi yang dapat mempertegas informasi yang telah ada

Daftar Pustaka
Hutahaean, jeperson.(2014). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish.

Tyoso, jaluanto Sunu Punjul, (2016). Sistem Informasi Manajemen.Yogyakarta: Deepublish. 

Selasa, 10 Oktober 2017

DATA dan INFORMASI

DATA DAN INFORMASI
A.    Data
1.        Definisi Data
Pengertian data menurut Kuswadi dan Mutiara (2004), adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang atau sifat.
Selanjutnya, menurut Webster New World Dictionary (dalam Situmorang dkk, 2010) adalah sesuatu yang diketahui atau yang dianggap, diketahui artinya sudah terjadi merupakan fakta (bukti) dan dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan.
Menurut Amsyah (2005), data dalah kata jamak (plural) dan kata tunggalnya (singular) adalah datum. Kata tersebut berasal dari bahasa Latin yang berarti fakta, kenyataan, kejadian atau peristiwa, jadi data adalah suatu kebenaran karena itu ciri atau karakteristik utama data adalah benar.

2.        Data yang baik
Kuswadi dan Mutiara (2004), mengungkapkan bahwa data yang baik adalah data yang memiliki sifat sebagai berikut:
a.         Representatif (mewakili)
b.         Obyektif (sesuai dengan apa yang ada atau terjadi)
c.   Relevan (ada hubungannya dengan persoalan yang sedang dihadapi dan akan dipecahkan)
d.        Mempunyai tingkat keteltian yang tinggi atau “standard error” (kesalahan baku) yang kecil.

Situmorang dkk (2010) juga mengungkapkan tentang data yang baik, yaitu:
a.          Data yang bisa dipercaya kebenarannya (reliable)
b.          Tepat waktu dan mencakup ruang lingkup yang luas
c.    Dapat memberikan gambaran suatu masalah secara menyeluruh merupakan data relevan.

3.        Pembagian Data
Menurut Situmorang dkk (2010), data dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
a.         Menurut sifatnya, yang selanjutnya dapat dibagi dua, yakni:
1)  Data kualitatif, yaitu data yang tidak berbentuk angka, misalnya kuesioner pertanyaan tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah restoran atau gaya kepemimpinan.
2)   Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka, misalnya harga saham dan besarnya pendapatan.
b.         Menurut sumber data, yang selanjutnya dibagi menjadi dua:
1)    Data internal, yaitu data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut, misalnya data jumlah karyawan dalam suatu perusahaan, jumlah modal dan jumlah produksi.
2)    Data eksternal, yaitu data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi, misalnya daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan.
c.         Menurut cara memperolehnya, dibagi menjadi dua, yakni:
1)   Data primer, yaitu data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan atau suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa wawancara dan observasi.
2)   Data sekunder, yaitu data yang dipeoleh atau dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain, biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi.
d.        Menurut waktu pengumpulannya, dibagi menjadi dua:
1)    Data cross section, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu dan untuk menggambarkan keadaan atau kegiatan pada waktu tersebut, misalnya data penelitian menggunakan kuesioner.
2)       Data time series, yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan suatu keadaan atau kegiatan.

B.     INFORMASI
a.        Definisi Informasi
Berikut adalah definisi informasi dari beberapa ahli (Oktafianto, 2016):
a.    Menurut Sutarman, informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima.
b.     Menurut Jogiyanto, informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya.
c.       Menurut Edhy Sutanta, informasi merupakan hasil pengolahan data, sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang.
d.    Menurut Krismiaji, informasi adalah data yang telah diorganisasi dan telah memiliki kegunaan dan manfaat.
Dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk berguna untuk membuat keputusan. Informasi berguna untuk pembuat keputusan karena informasi menurunkan ketidakpastian (atau meningkatkan pengetahuan).
b.        Kualitas Informasi
Menurut Sutabri (dalam Oktafianto, 2016), mengemukakan bahwa kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu:
a.         Informasi harus akurat (accurate)
Informasi harus bebada dari kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
b.    Tepat waktu
Informasi yang sampai pada si penerima tidak boleh terlambat, informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
c.     Relevan (relevance)
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi untuk setiap orang, satu dengan yang lainnya adalah berbeda.

Daftar pustaka:
Kuswadi., Mutiara, E. (2004). Delta delapan langkah dan tujuh alat statistik untuk peningkatan mutu berbasis komputer. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Situmorang., dkk. (2010). Analisis data: untuk riset manajemen dan bisnis. Medan: USU Press.
Oktafianto, M. M. (2016). Analisis dan perancangan sistem informasi menggunakan model tersruktur dan uml. Yogyakarta: ANDI
Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama..

SISTEM

A.      PENGERTIAN SISTEM
Pengertian sistem menurut para ahli (Hutahaean, 2014), adalah:
1.    Menurut Fat sistem adalah suatu himpunan suatu benda nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.
2.   Menurut Indrajit sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
3.  Menurut Jogianto sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
4.       Menurut Murdick, R.G, suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan tertentu.
5.  Pengertian sistem menurut Jerry FutzGerald adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Dengan demikian, sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urutan-urutan operasi didalam sistem.

B.       SIFAT-SIFAT DASAR SISTEM
Sifat-sifat dasar dari suatu sistem (Marimin, Tanjung & Prabowo, 2004) antara lain:
1.         Pencapaian tujuan
Orientasi pencapaian tujuan akan memberikan sifat dinamis kepada sistem, memberi ciri perubahan yang terus menerus dalam usaha mencapai tujuan.
2.         Kesatuan usaha
Kesatuan usaha mencerminkan suatu sifat dasar dari sistem dimana hasil keseluruhan melebihi dari jumlah bagian-bagiannya atau sering disebut konsep sinergi.
3.         Keterbukaan terhadap lingkungan
Lingkungan merupakan sumber kesempatan maupun hambatan pengembangan. Keterbukaan terhadap lingkungan membuat penilaian terhadap suatu sistem menjadi relatif atau yang dinamakan equfinality atau pencapaian tujuan suatu sistem tidak mutlak harus dilakukan dengan satu cara terbaik. Tetapi pencapaian tujuan suatu sistem dapat dilakukan melalui berbagai cara sesuai dengan tantangan lingkungan yang dihadapi.
4.         Transformasi
Transformasi merupakan proses perubahan input menjadi output yang dilakukan oleh sistem.
5.         Hubungan antar bagian
Hubungan antar bagian kaitan antara subsistem ini yang akan memberikan analisis sistem suatu dasar pemahaman yang lebih luas.
6.         Sistem ada berbagai macam
Antara lain sistem terbuka, sistem tertutup, dan sistem dengan umpan balik.
7.         Mekanisme pengendalian
Mekanisme ini menyangkut sistem umpan balik yang merupakan suatu bagian yang memberi informasi kepada sistem mengenai efek dari perilaku sistem terhadap pencapaian tujuan atau pemecahan persoalan yang dihadapi.

C.           KARAKTERISTIK SISTEM
Berikut adalah karakteristik sistem yang dapat membedakan suatu sistem dengan sistem lainnya (Fatta, 2007):
1.   Batasan (boundary): penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang termasuk didalam sistem dan mana yang diluar sistem.
2.   Lingkungan (environment): segala sesuatu diluar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi, kendala, dan input terhadap suatu sistem.
3.    Masukan (input): sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem.
4.    Keluaran (output): sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, tampilan layar komputer, barang jadi) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem.
5. Komponen (component): kegiatan-kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentranfermasikan input menjadi bentuk setengah jadi (output). Komponen ini bisa merupakan subsistem dari sebuah sistem.
6.   Penghubung (intervace): tempat dimana komponen atau suatu sistem dan lingkungannya bertemu atau berinteraksi.
7.     Penyimpanan (storage): area yang dikuasai dan digunakan untuk penyimpanan sementara dan tetap dari informasi, energi, bahan baku, dan sebagainya. Penyimpanan merupakan suatu media penyangga diantara komponen tersebut bekerja dengan berbagai tingkatan yang ada dan memungkinkan komponen yang berbeda dari berbagai data yang sama.

D.           KLASIFIKASI SISTEM
Sistem dapat diklasifikasikan dalam beberapa sudut pandang (Hutahaean, 2014):
1.         Klasifikasi sistem sebagai:
a.      Sistem abstrak (abstract system): sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.
b.      Sistem fisik (physichal system): sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.
2.         Klasifikasi sistem sebagai:
a.   Sistem alamiah (natural system): sistem alamiah adalah sistem ang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi.
b.   Sistem buatan manusia (human made system): sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin (human machine system).
3.         Klasifikasi sistem sebagai:
a.   Sistem tertentu (deterministic system): sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan.
b.     Sistem tak tentu (probalistic system): sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistik.
4.         Sistem diklasifikasikan sebagai:
a.   Sistem tertutup (close system): sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh dan tidak berhubungan dengan lingkungan luar, sistem bekerja otomatis tanpa ada turut campur lingkungan luar. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, kenyataannya tidak ada yang benar-benar tertutup, yang ada hanya relativiely closed system.
b.   Sistem terbuka (open system): sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan output dari lingkungan luar atau subsistem lainnya. karena sistem terbuka terpengaruh lingkungan luar maka harus mempunyai pengendali yang baik.

Daftar Pustaka :

Marimin, Tanjung, H., Prabowo, H. (2004). Sistem informasi manajemen sumber budaya manusia. Jakarta: Grasindo.

Fatta, H. A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: ANDI.

Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish.

Selasa, 27 Desember 2016

Tugas 3 Softskill Psikologi Manajemen

Pengertian Empowerment


Empowerment, merupakan istilah yang cukup populer dalam bidang manajemen khususnya manajemen Sumber Daya Manusia. Salah satu penafsiran yang dikenal oleh sebagian besar dari kita adalah empowerment sebagai pendelegasian wewenang dari atasan kepada bawahan.
Empowerment, yaitu upaya mengaktualisasikan potensi yang sudah dimiliki oleh masyarakat..Pendekatan pemberdayaan masyarakat yang demikian tentunya diharapkan memberikan peranan kepada individu bukan sebagai obyek, tetapi sebagai pelaku atau aktor yang menentukan hidup mereka sendiri.
Richard Carver, Managing Director dari Coverdale Organization mendefinisikan empowerment sebagai mendorong dan membolehkan seseorang untuk mengambil tanggung jawab secara pribadi untuk meningkatkan atau memperbaiki cara-cara menyelesaikan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan kontribusi dalam pencapaian sasaran organisasi.
Empowerment memerlukan penciptaan budaya yang mendorong pegawai dalam setiap tingkatan untuk melakukan sesuatu yang berbeda dan membantu pegawai untuk percaya diri dan kemampuan untuk melakukan perubahan.
Kunci Efektif Empowerment
Menurut Friedmann ada dua primise mayor, yaitu “kegagalan” dan “harapan”. Kegagalan yang dimaksud adalah gagalnya model pembangunan ekonomi dalam menanggulangi masalah kemiskinan dan lingkungan yang berkelanjutan, sedangkan harapan muncul karena adanya alternatif-alternatif pembangunan yang memasukkan nilai-nilai demokrasi, persamaan gender, peran antara generasi dan pertumbuhan ekonomi yang memadai. Dengan dasar pandangan demikian, maka pemberdayaan masyarakat erat kaitannya dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pada masyarakat, sehingga pemberdayaan masyarakat amat erat kaitannya dengan pemantapan, pembudayaan dan pengamalan demokrasi.
Selanjutnya, kekuatan aspek sosial ekonomi masyarakat menjadi akses terhadap dasar-dasar produksi tertentu suatu rumah tangga yaitu informasi, pengetahuan dan ketrampilan, partisipasi dalam organisasi dan sumber-sumber keuangan, ada korelasi yang positif, bila ekonomi rumah tangga tersebut meningkatk aksesnya pada dasar-dasar produksi maka akan meningkat pula tujuan yang dicapai peningkatan akses rumah tangga terhadap dasar-dasar kekayaan produktif mereka.


Definisi Stress
Kondisi seseorang yang sedang mengalami tekanan dalam kehidupannya yang begitu sulit dibayangkan dan sangat sakit untuk dirasakan. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental yang dapat mempengaruhi kinerja keseharian juga dapat menurunkan produktivitas, menimbulkan rasa sakit serta gangguan mental lainnya. Sumber stress sendiri disebut dengan stressor, sedangkan ketegangan yang dihasilkan disebut strain.
Menurut Hans Selye 1976, stress merupakan respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya. Seseorang dapat dikatakan stress jika mengalami beban atau tugas yang berat, tetapi ia tidak dapat mengatasinya.
Di zaman seperti ini, begitu banyak orang yang mengalami stress, baik itu orang dewasa, remaja maupun anak-anak. Disaat jiwa kita mengalami suatu cobaan / tekanan yang berat, maka dengan sendirinya otak kita akan memerintahkan tubuh untuk melepaskan hormon dalam jumlah yang cukup banyak sebagai energi tambahan untuk bertindak menghadapi situasi yang menekannya dan apabila situasi tersebut telah berlalu, maka kondisi tubuh akan kembali tenang.
Penyebab Stress
Dimasa yang serba instan ini, dengan gaya hidup yang serba cepat, menambah semakin kompleksnya permasalahan hidup. Dimana tekanan kehidupan yang datang lebih cenderung berupa psikologis, seperti yang sedang marak ditengah masyarakat saat ini yaitu perselingkuhan, perceraian, pemerkosaan, perampokan, ekonomi, persaingan bisnis yang tidak sehat, terlilit hutang rentenir, penganiayaan dan kematian orang yang di cintainya, dll. Berikut pengelompokkan berdasar sumbernya:
  1. Faktor Eksternal; merupakan faktor penyebab stress yang berasal dari luar diri. Misalkan saja terkena PHK, tugas banyak, mengalami kejadian duka, dan sebagainya, yang memungkinkan membuat orang menjadi stress.
  2. Faktor Internal; berhubungan erat dengan faktor dari dalam diri dan keadaanya. Misalkan, harapan yang terlalu tinggi dan sulit mencapainya, ketakutan akan sesuatu hal, trauma, dan sebagainya.
Keadaan stress yang bertubi-tubi secara psikologi dapat menyebabkan jiwa lelah dan tubuh terasa lunglai, sehingga bisa menyebabkan seseorang tidak mampu berpikir jernih dan mendekati putus asa, bahkan ada yang sampai mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri. Faktor lain yang paling sering menyebabkan seseorang mengalami stress ialah tuntutan di dalam pekerjaan.
Menurut Sarafino (1990), stress kerja dapat disebabkan oleh:
  1. Lingkungan fisik yang terlalu menekan
  2. Kurangnya control yang dirasakan
  3. Kurangnya hubungan interpersonal
  4. Kurangnya pengakuan terhadap kemajuan kerja 
Cara Menangani Stress
Seseorang tidak bisa berada dalam kondisi stress terlalu lama, karena stress yang berkepanjangan dapat mengganggu respon jantung, juga dapat menurunkan imun atau ketahanan tubuh, sehingga dapat berpengaruh negatif pada kesehatan. Berikut ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi stress:
  1.  Diam Sejenak; artinya menenangkan pikiran sejenak dan mengalihkan perhatian sementara dari stress. Dalam hal ini bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan seperti; memancing, melukis, berkebun, merangkai bunga, menyulam, dan sebagainya
  2.  Membaca; terbukti efektif mengurangi stress karena membaca dapat mengalihkan fokus pikiran, sehingga membuat pikiran menjadi lebih baik.
  3. Mendengarkan Musik; dapat menenangkan detak jantung yang keras juga dapat menenangkan ketegangan pikiran. Karena musik dapat memberi efek perasaan tenang pada pendengarnya
  4. Berinteraksi dengan Keluarga` merasakan cinta kasih dari keluarga (anak, cucu, kakak, adik, mama, papa) akan membuat diri tersenyum bahagia. 
  5. Kesibukan yang menguntungkan 
  6. Berolah Raga; olah raga ringan dengan jalan santai, jogging, bersepeda dan bila dirasa perlu maka datangi tempat kebugaran seperti fitness, kolam renang, sanggar senam, dll.
 
Definisi Konflik
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli.
Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
Jenis-Jenis Konflik
Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 4 macam :
  1. Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
  2. Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
  3. Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
  4. Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
  5. Konflik antar atau tidak antar agama
  6. Konflik antar politik.
 Proses pada Konflik


Menurut Pondi, Proses terjadinya konflik sebagai berikut.

  1. Konflik Laten (Latent Conflict); merupakan tahap dari munculnya faktor-faktor penyebab konflik dalam organisasi. Bentuk-bentuk dasar dari situasi ini ialah persaingan untuk memperebutkan sumberdaya yang terbatas, konflik peran, persaingan perebutan posisi di dalam organisasi. 
  2. Konflik Yang Dipersepsikan (Perceived Conflict); pada tahap ini salah satu pihak memandang pihak lain sebagai penghambat atau mengancam pencapaian tujuannya. 
  3. Konflik Yang Dimanifestasikan (Manifest Conflict); pada tahap ini perilaku tertentu sebagai indikator konflik sudah mulai ditunjukkan, seperti adanya sabotase, agresi terbuka, konfrontasi, rendahnya kinerja dan lain sebagainya. 
  4. Resolusi Konflik (Conflict Resolution); pada tahap ini konflik yang terjadi diselesaikan dengan berbagai macam cara dan pendekatan. 
  5. Konflik Aftermath; jika konflik sudah benar-benar diselesaikan maka hal itu akan meningkatkan hubungan para anggota organisasi. Hanya saja jika penyelesaian konflik tidak tepat, maka akan dapat menimbulkan konflik yang baru.

Menurut Smith, Proses terjadinya konflik sebagai berikut :

  1. Tahap Antisipasi, yaitu merasakan munculnya gejala perubahan yang mencurigakan. 
  2. Tahap Menyadari, yaitu perbedaan mulai dieksepsikan dalam bentuk suasana yang tidak mengenakkan.
  3.  Tahap pembicaraan, yaitu pendapat-pendapat berbeda mulai bermunculan. 
  4. Tahap Perdebatan Terbuka, yaitu perbedaan pendapat mulai ditunjukkan dengan nyata dan terbuka. 
  5. Tahap Konflik Terbuka, yaitu masing-masing pihak berusaha memaksakan kehendaknya kepada pihak lain.
Definisi Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses di mana seseorang menyampaikan pesannya, baik dengan lambang bahasa maupun dengan isyarat, gambar, gaya, yang antara keduanya sudah terdapat kesamaan makna, sehingga keduanya dapat mengerti apa yang sedang dikomunikasikan. Dengan kata lain, jika lambangnya tidak dimengerti oleh salah satu pihak, maka komunikasinya akan tidak lancar dan tidak komunikatif.
Hambatan dalam Komunikasi
Tidak efektifnya proses komunikasi disebabkan oleh 3 hal pokok unsur utama komunikasi yaitu komunikator, isi pesan, dan juga komunikan. Dan roses komunikasi tidak akan berjalan lancar jika terjadi gangguan dalam komunikasi. Gangguan atau hambatan itu secara umum dapat dikelompokkan menjadi hambatan internal dan hambatan eksternal, yaitu:
  1. Hambatan internal; adalah hambatan yang berasal dari dalam diri individu yang terkait kondisi fisik dan psikologis.
  2. Hambatan eksternal;
    adalah hambatan yang berasal dari luar individu yang terkait dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosial budaya.

Menurut Prof. Onong Uchjana Effendy, MA dalam bukunya Ilmu, Teori, dan Filasafat Komunikasi. Ada 4 jenis hambatan komunikasi, yaitu:
  1. Gangguan; mekanik dan semantik
  2. Kepentingan
  3. Motivasi terpendam
  4. Prasangka
Sumber:
Schultz, Duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan Model-model Kepribadian Sehat
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik